Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan stabilitas ekonomi akan tetap menjadi prioritas Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut ia katakan pasca dirinya ditetapkan sebagai Gubernur BI periode 2026-2030 oleh DPR RI, Selasa, (1/9/2026).
Destry mempioritaskan, stabilitas menjadi fondasi untuk menjaga investasi sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
“Tetap sama bahwa stabilitas tetap dalam kondisi seperti sekarang, ketidakpastian global, maka stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami,” kata Destry.
Menurutnya, stabilitas ekonomi akan berdampak terhadap keberlangsungan investasi yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kalau ekonomi kita stabil, kita juga bisa terus menjaga. Kita stabil, investasi stabil, tentu itu akan menciptakan ekonomi yang kondusif untuk nanti ekonomi kita bisa tumbuh lagi,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas, Destry menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara BI dan pemerintah, khususnya dalam menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal.
Menurut dia, kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif perlu didukung dengan koordinasi yang baik dengan Bank Indonesia agar kebijakan ekonomi nasional dapat berjalan selaras.
“Bagaimana Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan itu kan harus bisa bersama-sama. Jadi itu paling-paling komunikasi yang perlu kita lakukan, bagaimana fiskal keuangan kita ini bisa seirama,” kata Destry.
Destry juga menyoroti pengendalian inflasi yang berasal dari sisi pasokan atau supply side. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Bank Indonesia seorang diri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.
“Kalau supply side, ini kan Bank Indonesia enggak bisa sendiri. Jadi Bank Indonesia mengajak tentu berbagai terkait, termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tuturnya.
Baca Juga: Perry Warjiyo Beri Pesan ke Destry Usai Resmi Jadi Gubernur BI
Baca Juga: Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia
Dia mencontohkan pengendalian inflasi pangan yang membutuhkan koordinasi untuk menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas di daerah. BI melalui kantor-kantor perwakilannya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan pasokan pangan, termasuk ketika terjadi kelangkaan komoditas tertentu.
Di sisi lain, Destry menyebut BI juga akan melanjutkan sinergi dalam mendorong transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT), terutama yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi.
Menurut Destry, berbagai bentuk sinergi tersebut akan terus dioptimalkan untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus berada dalam koridor mandat dan kewenangan masing-masing lembaga.
“Kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan, tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan kewenangan dari masing-masing,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: