Survei Capres Terbaru: Terjadi Migrasi Pendukung Prabowo Tumpah ke Dedi Mulyadi, Persaingan Makin Ketat
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Lembaga Media Survei Nasional (Median) membeberkan dinamika terbaru terkait elektabilitas sejumlah tokoh nasional pada awal Agustus 2026.
Hasilnya, meski masih menempati posisi teratas, elektabilitas Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan yang sangat signifikan, sementara Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan kini bersaing ketat.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengungkapkan bahwa elektabilitas Prabowo saat ini berada di angka 32,4 persen. Jika dibandingkan dengan perolehan suaranya pada Pilpres 2024 yang mencapai 58,59 persen, angka ini merosot tajam sebesar 26,19 persen.
Rico menjelaskan bahwa anjloknya dukungan terhadap Prabowo berkaitan erat dengan dua kasus korupsi berskala raksasa yang baru-baru ini mencuat.
"Publik awalnya berharap besar Prabowo akan serius memberantas korupsi. Namun, ketika terjadi dugaan korupsi triliunan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, kepercayaan mereka langsung runtuh," tegas Rico.
Migrasi Suara ke Dedi Mulyadi dan Loyalitas Pendukung Anies
Penurunan suara Prabowo terindikasi kuat mengalir ke Dedi Mulyadi, khususnya di wilayah Jawa Barat (Jabar). Di Jabar, elektabilitas Dedi melesat hingga 40 persen, sementara Prabowo tertinggal di angka 10 persen.
Secara nasional, persaingan di posisi kedua dan ketiga berlangsung sangat sengit:
Dedi Mulyadi: 20,6 persen
Anies Baswedan: 20,5 persen
Menurut Rico, suara Anies relatif stabil karena memiliki basis pendukung yang loyal, mengingat pada Pilpres 2024 ia memperoleh 24 persen suara. Namun, Rico memberikan catatan khusus bagi Anies jika ingin terus bersaing.
"Anies tidak boleh slow down. Kalau ingin menaikkan elektabilitas, dia harus mau keliling Indonesia lagi, mengingat Dedi Mulyadi dalam dua bulan terakhir semakin giat berkunjung ke berbagai daerah," tambahnya.
"Survei Median guna memotret realitas politik terkini ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 21 Juli–2 Agustus 2026 terhadap 1.212 warga berhak pilih di 38 provinsi, dengan margin of error 2,76 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen," kata Rico.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat