Kredit Foto: BPMI
Survei Median menunjukkan Prabowo Subianto masih menjadi kandidat terkuat dalam bursa calon presiden. Elektabilitas Prabowo berada jauh di atas nama-nama lain yang masuk dalam survei tersebut.
Dalam simulasi pertanyaan terbuka, Prabowo mencatat elektabilitas 32,2 persen. Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan menyusul dengan angka yang hampir berimbang.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan Dedi Mulyadi memperoleh 19,8 persen. Sementara itu, Anies Baswedan mencatat 19,5 persen.
"Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,2 persen, kemudian Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen," kata Rico dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Selisih antara Dedi dan Anies hanya 0,3 poin persentase. Persaingan untuk posisi kedua dalam survei tersebut pun terlihat jauh lebih ketat dibandingkan jarak Prabowo dengan kandidat lainnya.
Ganjar Pranowo berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 4,5 persen. Setelahnya terdapat Sherly Tjoanda 3,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Joko Widodo 2,0 persen, Gibran Rakabuming Raka 2,0 persen, Mahfud MD 1,8 persen, dan Purbaya Yudhi Sadewa 1,3 persen.
Pola serupa terlihat ketika responden diberikan daftar nama kandidat dalam pertanyaan semi terbuka. Prabowo tetap memimpin dengan elektabilitas 32,4 persen.
"Dalam pertanyaan semi terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6 persen dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5 persen," ujar Rico.
Dedi kembali unggul sangat tipis atas Anies dalam simulasi tersebut. Selisih keduanya bahkan hanya 0,1 poin persentase.
Ganjar memperoleh 5,0 persen dalam pertanyaan semi terbuka. Sherly Tjoanda mencatat 4,1 persen, sedangkan Gibran berada di angka 2,6 persen.
Berikutnya ada Mahfud MD dengan 2,1 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan 2,0 persen. Andika Perkasa memperoleh 1,5 persen dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencatat 1,2 persen.
Hasil tersebut juga memperlihatkan jarak elektabilitas yang cukup lebar antara Prabowo dan Gibran. Dalam pertanyaan terbuka, elektabilitas Gibran hanya 2,0 persen.
Survei Median digelar melalui wawancara tatap muka pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Responden dalam survei merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Median menetapkan target sampel sebanyak 1.212 responden. Survei tersebut memiliki margin of error (MoE) ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pemilihan responden dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Distribusi sampel disesuaikan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender.
Median juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel untuk memastikan kualitas data. Lembaga tersebut menyebut hasil survei menggambarkan dinamika politik selama periode pengambilan data.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: