Parlemen AS Mulai Berseberangan dengan Trump, Perang 6 Bulan ke Iran Disebut Gagal Total
Kredit Foto: Istimewa
Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan mulai menuai kritik keras dari anggota parlemen Washington. Sejumlah senator dan anggota DPR AS bahkan menyebut operasi militer Presiden Donald Trump sebagai "kegagalan total" dan mendesak perang segera dihentikan.
Kritik tersebut menguat setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran beberapa hari lalu. Para anggota parlemen menilai operasi militer tersebut tidak berhasil mencapai tujuan yang sebelumnya ditetapkan pemerintah Trump.
Senator Virginia dari Partai Demokrat Mark Warner mengatakan perang tersebut justru membuat posisi AS semakin lemah. "Sudah enam bulan berlalu sejak dimulainya perang pilihan Trump. Apa hasilnya?" tanya Warner melalui media sosial X, seperti dilansir Press TV, Selasa (1/9/2026).
Warner menyoroti sejumlah dampak perang yang dinilainya merugikan AS. Dia menyebut peningkatan serangan AS-Iran, lonjakan harga minyak, terkurasnya pasokan pasukan dan amunisi, serta Iran yang masih memiliki uranium diperkaya, rudal, dan drone.
"Perang yang dikobarkan presiden ini telah menjadi kegagalan total, namun belum terlihat tanda-tanda akan berakhir," tegas Warner. Kritik tersebut disampaikan Warner yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS.
Senator Maryland Chris Van Hollen juga menyerukan penghentian perang. Dia menyoroti 18 personel militer AS yang tewas, ratusan lainnya terluka, serta ribuan warga sipil yang menjadi korban selama konflik.
"Perang ini harus diakhiri, SEKARANG JUGA," tegas Van Hollen. Anggota parlemen lain seperti Chuck Schumer dan Elizabeth Warren juga meminta pemerintahan Trump menghentikan perang tersebut.
Kritik serupa datang dari DPR AS. Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries menyebut operasi militer itu sebagai "kegagalan besar", sedangkan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi menyebut perang tersebut sebagai "kesalahan fatal" dan menyindir nama Operation Epic Fury menjadi "Operation Epic Failure".
Baca Juga: Trump Klaim Kuasai Seperlima Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez: Kami Tetap Berdaulat
Kritik bahkan datang dari Partai Republik. Anggota DPR dari Kentucky Thomas Massie menilai perang tersebut telah melewati batas 90 hari yang diatur Undang-Undang Kekuatan Perang 1973 jika tidak mendapat izin Kongres.
"Kita sudah melewati batas 180 hari. Akhiri perang ini," tegas Massie. Sebelumnya, dia menyebut perang terhadap Iran sebagai "kesalahan terbesar dan paling merugikan" yang dilakukan Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: