Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rusia Bantah Rekrut 8 WNI Jadi Tentara: Kedutaan Tak Pernah Buka Lowongan

        Rusia Bantah Rekrut 8 WNI Jadi Tentara: Kedutaan Tak Pernah Buka Lowongan Kredit Foto: Reuters/Alexander Ermochenko
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kedutaan Besar Rusia di Indonesia membantah terlibat dalam perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul laporan Ukraina yang menyebut delapan WNI direkrut menjadi tentara Rusia.

        Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan tidak ada proses perekrutan WNI yang dilakukan perwakilan Rusia di Indonesia. Ia menyebut kedutaan tidak terlibat dalam perekrutan untuk angkatan bersenjata Rusia.

        “Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” kata Tolchenov seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, dilansir ANTARA, Selasa (1/9/2026).

        Tolchenov mengaku mengetahui langkah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk menyelidiki informasi mengenai delapan WNI tersebut. Ia juga menyatakan Rusia siap memberikan penjelasan apabila diminta pemerintah Indonesia.

        “Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama,” ujarnya.

        Meski membantah adanya perekrutan melalui kedutaan, Tolchenov mengakui terdapat warga negara asing yang bergabung dengan militer Rusia. Mereka disebut berasal dari berbagai latar belakang seperti pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan yang berada di Rusia.

        “Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya,” ucap Tolchenov. Menurutnya, keputusan warga asing untuk bergabung dengan militer Rusia merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing.

        Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau SZRU mengklaim menemukan dokumen mengenai sedikitnya delapan WNI yang direkrut menjadi bagian dari militer Rusia. Informasi tersebut dipublikasikan melalui laman resmi lembaga itu pada 27 Agustus 2026.

        Baca Juga: Kemlu Bakal Cek Klaim Ukraina Soal WNI Kena Tipu jadi Tentara 'Murah' Rusia

        SZRU menyebut para WNI direkrut dengan sejumlah tawaran seperti gaji tinggi, tugas non-kombatan, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, serta tunjangan sosial. Lembaga intelijen Ukraina juga menuding warga asing yang direkrut berpotensi dikirim ke garis depan perang Rusia-Ukraina.

        Pemerintah Indonesia sendiri masih melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut melalui perwakilan RI di Rusia. Kemlu RI juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan para WNI yang disebut dalam laporan Ukraina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: