Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lima Jilid Sejarah Indonesia Diluncurkan, Kementerian Kebudayaan Tegaskan Bebas Intervensi Pemerintah

        Lima Jilid Sejarah Indonesia Diluncurkan, Kementerian Kebudayaan Tegaskan Bebas Intervensi Pemerintah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memastikan proses penyusunan seri buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" berlangsung tanpa intervensi pemerintah.

        Peluncuran lima jilid pertama seri tersebut pada Senin (31/8/2026) sekaligus menandai berakhirnya penantian hampir dua dekade atas pemutakhiran penulisan sejarah nasional Indonesia.

        Pemerintah menegaskan perannya dalam proses pemutakhiran historiografi tersebut hanya sebagai fasilitator. Pemerintah tidak terlibat dalam penyusunan materi maupun menentukan penafsiran dan sudut pandang sejarah yang digunakan dalam buku.

        Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kementeriannya sengaja tidak masuk ke ranah teknis penulisan untuk menjaga integritas ilmiah serta objektivitas hasil penelitian para sejarawan.

        "Dalam penyusunan buku ini, Kementerian Kebudayaan hanya bertindak sebagai fasilitator. Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun. Bahkan satu lembar pun naskahnya tidak kami ubah, karena ini sepenuhnya karya ilmiah dan wujud kebebasan akademik para ahli," kata Fadli dalam Taklimat Media Peluncuran Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

        Penyusunan lima jilid pertama melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di seluruh Indonesia. Keterlibatan akademisi dari berbagai daerah dan lembaga tersebut ditujukan untuk mencegah dominasi narasi tunggal maupun bias kepentingan politik tertentu.

        Editor Umum Tim Penyusun Buku Sejarah Indonesia, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan jaminan independensi dari negara memberikan ruang bagi para peneliti untuk menyusun narasi yang Indonesia-sentris dengan menggunakan metodologi ilmu pengetahuan mutakhir.

        Menurut Singgih, sejarawan memiliki tugas menyajikan fakta dan analisis berdasarkan metodologi ilmiah secara jujur. Karena itu, buku tersebut tidak disusun untuk menjejalkan hafalan dogmatis ataupun kepentingan politik tertentu.

        Sebaliknya, buku ini dirancang untuk menggambarkan perjalanan Nusantara sebagai bagian dari panggung peradaban yang maju dan aktif berpartisipasi dalam arus sejarah dunia.

        Baca Juga: Jangan Cuma Andalkan Pemerintah soal Karhutla, Menhan: Rakyat Harus...

        "Lima jilid pertama yang diterbitkan ini berfokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mulai dari era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban Timur Tengah dan Asia, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19," ujar Singgih.

        Untuk memastikan hasil penelitian dapat diuji dan dimanfaatkan secara transparan oleh masyarakat, Kementerian Kebudayaan juga membuka akses terhadap lima jilid pertama tersebut tanpa dipungut biaya.

        Seluruh berkas digital buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global sudah dapat diunduh secara gratis oleh publik melalui portal resmi pustakabudaya.id mulai hari ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: