Mahfud MD Nilai Polemik Percepatan Pemilu Malah Jadi Promosi Politik, Jokowi Ikut Diuntungkan
Kredit Foto: Ist
Polemik pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai potensi percepatan Pemilu dinilai Mahfud MD justru membawa keuntungan politik bagi sejumlah pihak. Mantan Menko Polhukam itu melihat nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi kembali ramai dibicarakan setelah video pernyataan Budi Arie tersebut viral.
Mahfud mengatakan pernyataan mengenai kemungkinan percepatan Pemilu pada dasarnya tidak membuat Budi Arie berhadapan dengan persoalan hukum. Karena itu, menurut Mahfud, polemik yang muncul lebih banyak menghasilkan dampak politik dibandingkan konsekuensi hukum bagi Budi Arie.
"Budi Arie mengatakan potensi percepatan Pemilu itu tidak melanggar hukum. Tidak ada risiko apa pun," kata Mahfud MD, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Mahfud, posisi Budi Arie dalam polemik tersebut menjadi menarik karena dirinya tidak otomatis dapat dipersalahkan hanya karena menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan percepatan Pemilu. Namun, viralnya pernyataan itu membuat pembahasan politik kembali mengarah kepada Jokowi yang berada di samping Budi Arie ketika pernyataan tersebut disampaikan.
"Budi Arie tidak bisa disalahkan, dan Pak Jokowi diuntungkan. Sebab, nama Pak Jokowi terus beredar," ujar Mahfud.
Mahfud kemudian memberikan tafsir lebih jauh mengenai bagaimana polemik tersebut berkembang setelah video Budi Arie menjadi perhatian publik. Ia menduga munculnya video tersebut dapat dilihat sebagai sebuah langkah yang pada akhirnya memberikan tambahan eksposur kepada nama Jokowi dan PSI.
"Menurut saya, itu sengaja dilemparkan. Anda (Budi Arie) tidak akan terjerat hukum, setelah itu diatur PSI memarahi dia (Budi Arie)," tuturnya.
Meski demikian, dugaan tersebut merupakan penilaian Mahfud terhadap rangkaian peristiwa yang terjadi setelah video tersebut viral. Tidak ada pernyataan dalam informasi tersebut yang membuktikan bahwa video itu memang sengaja disebarkan sebagai bagian dari sebuah skenario politik.
Mahfud menilai efek dari polemik tersebut tetap menarik untuk dilihat karena Budi Arie kemudian menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya menjadi perbincangan luas. Dalam pandangan Mahfud, perkembangan itu tidak menghilangkan keuntungan politik yang telah muncul dari ramainya isu tersebut.
Ia menilai situasi tersebut pada akhirnya tidak hanya membuat Budi Arie menjadi sorotan. Jokowi dan PSI juga ikut memperoleh perhatian publik karena keduanya terseret dalam pembahasan mengenai pernyataan kontroversial tersebut.
"Dampaknya tidak akan mengancam Budi Arie secara hukum, dan PSI serta Jokowi makin terkenal," ucap Mahfud.
Pernyataan Mahfud tersebut menempatkan polemik percepatan Pemilu dalam perspektif yang berbeda. Jika sebelumnya perhatian publik tertuju pada apakah pernyataan Budi Arie memiliki konsekuensi hukum, Mahfud justru mengajak melihat dampak politik yang muncul setelah video tersebut tersebar.
Percepatan Pemilu sendiri menjadi isu sensitif karena berkaitan dengan tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pernyataan mengenai kemungkinan perubahan jadwal Pemilu dengan cepat menjadi perhatian ketika disampaikan oleh tokoh politik seperti Budi Arie.
Baca Juga: Korupsi Nikel PT CNI Dikaitkan dengan PSN Era Jokowi, Ini Kata Kejagung
Budi Arie sendiri kemudian meminta maaf setelah pernyataannya mengenai potensi percepatan Pemilu menuai sorotan. Polemik tersebut pun berkembang menjadi pembicaraan politik yang melibatkan sejumlah nama dan kelompok, termasuk Jokowi serta PSI.
Dalam situasi tersebut, Mahfud melihat ada ironi politik dari ramainya pernyataan Budi Arie. Orang yang menyampaikan pernyataan justru dinilai tidak menghadapi risiko hukum, sementara polemiknya membuat nama-nama lain semakin sering muncul dalam percakapan publik.
Mahfud tidak menyebut viralnya video tersebut sebagai bukti adanya pelanggaran hukum. Namun, ia menilai publik tetap dapat melihat bagaimana sebuah pernyataan politik yang kontroversial bisa menghasilkan keuntungan berupa eksposur bagi pihak lain.
Dengan demikian, menurut tafsir Mahfud MD, polemik percepatan Pemilu tidak berhenti pada pernyataan Budi Arie dan permintaan maaf setelahnya. Isu tersebut justru berkembang menjadi panggung politik yang kembali membawa nama Jokowi dan PSI ke tengah perhatian publik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: