Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asumsi RAPBN 2027 Berubah, Target Kemiskinan Ekstrem Jadi 0,5 Persen

        Asumsi RAPBN 2027 Berubah, Target Kemiskinan Ekstrem Jadi 0,5 Persen Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati perubahan sejumlah sasaran pembangunan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

        Perubahan tersebut terutama terjadi pada target kemiskinan ekstrem dan indeks Gini ratio dibandingkan angka yang tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2027.

        Dalam kesepakatan terbaru, tingkat kemiskinan ekstrem ditetapkan pada kisaran 0-0,5 persen. Angka ini berubah dari target sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 yang ditetapkan sebesar 0 persen.

        Sementara itu, target indeks Gini ratio juga mengalami penyesuaian. Pemerintah dan DPR menyepakati rasio Gini sebesar 0,360-0,365, lebih rendah dibandingkan kisaran 0,362-0,367 yang tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2027.

        Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan agenda pengambilan keputusan atas asumsi dasar dalam RUU APBN 2027, pemerintah dan DPR juga menyepakati sejumlah indikator makroekonomi.

        Pertumbuhan ekonomi ditargetkan tetap sebesar 6,0 persen secara tahunan (year on year/yoy), inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, serta tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9 persen.

        Adapun sasaran pembangunan lainnya meliputi tingkat kemiskinan 6,0-6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen.

        Pemerintah dan DPR juga menetapkan Indeks Modal Manusia sebesar 0,575, Indeks Kesejahteraan Petani 0,8038, Indeks Nilai Tukar Petani 126-128, serta Indeks Nilai Tukar Nelayan 106-110.

        Untuk penciptaan lapangan kerja, proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen, sedangkan penciptaan lapangan kerja baru dipatok 2,57-3,49 juta orang.

        Sementara itu, GNI per kapita ditargetkan sebesar US$5.800-5.840 atau setara Rp98,54 juta-Rp99,22 juta. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ditargetkan mencapai 76,84.

        Menteri Keuangan,Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada DPR atas dukungan dalam rangkaian pembahasan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027.

        Baca Juga: Asumsi Makro RAPBN 2027 Disepakati! Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Dipatok Rp17.500

        Baca Juga: DPR Wajibkan Pemerintah Lapor Berkala Asumsi Makro RAPBN 2027

        “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi XI DPR RI atas dukungan yang solid dalam serangkaian pembahasan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN Tahun 2027 yang berjalan dinamis dan konstruktif, sehingga menghasilkan komitmen yang kuat untuk mendorong arah kebijakan fiskal tahun 2027 yang semakin efektif untuk akselerasi pertumbuhan dan kesejahteraan,” ungkap dia.

        Purbaya mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti seluruh masukan, pandangan, saran, serta kesepakatan yang telah dicapai bersama DPR untuk menyempurnakan kebijakan dalam penyusunan arsitektur RAPBN 2027.

        “Semoga seluruh ikhtiar, pemikiran, dan kerja bersama yang telah kita lakukan menjadi bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Menkeu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: