Wacana Dedi Mulyadi-Ahok Mustahil Terjadi: Lebih Realistis Jika Dipasangkan Gibran
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Duet Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk pemilu mendatang dinilai sulit terealisasi. Dedi bahkan lebih realistis disandingkan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Pegiat Media Sosial Yudhistira Ismara bahkan menyebut pasangan tersebut tidak akan terjadi karena terbentur persyaratan pencalonan dalam Undang-Undang Pemilu.
Baca Juga: PSI: Kami Tidak Ingin Bersama dengan Orang yang Mengatakan Projo Itu Bukan Pro-Jokowi
“Ada isu dia akan diduetkan dengan Ahok. Sayangnya, isu ini gak bakal terjadi,” ungkap Yudhistira, dikutip Rabu (2/9/2026).
Yudhistira meminta publik tidak terlalu jauh membayangkan pasangan tersebut. Menurutnya, ada persoalan regulasi yang menjadi penghalang utama bagi Ahok.
Ia merujuk pada Pasal 169 huruf P UU Pemilu. Aturan tersebut mengenai persyaratan calon presiden dan wakil presiden, khususnya ketentuan terkait seseorang yang pernah dijatuhi pidana penjara.
Yudhistira menyoroti kasus hukum yang pernah menjerat Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebelumnya dinyatakan bersalah dalam perkara penodaan agama dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.
Menurut Yudhistira, persoalannya bukan semata-mata lamanya hukuman yang dijalani, tetapi ancaman pidana dari pasal yang dikenakan dalam perkara tersebut kepada Ahok.
“Ahok tidak memenuhi syarat: Pasal 169 huruf P UU Pemilu. Syaratnya-> Tidak pernah dipidana penjara dengan ancaman 5 TAHUN,” jelasnya.
Ia menilai ketentuan tersebut membuat peluang politikus itu untuk masuk dalam bursa pasangan calon presiden maupun wakil presiden menjadi bermasalah.
Yudhistira juga menjelaskan adanya pengecualian dalam ketentuan pemilu bagi kondisi tertentu, tetapi menurutnya kasus sosok terkait tidak termasuk dalam pengecualian tersebut.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan wacana terkait sebagai pasangan yang seolah-olah sudah memiliki kepastian politik.
Sebaliknya, Yudhistira menyebut pasangan lain yang menurutnya lebih realistis untuk dibicarakan, yakni Dedi Mulyadi bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Gerindra Ungkap Sikap Prabowo soal Reshuffle: Bukan Ritual Besar, Bisa Dilakukan Kapan Saja
“Jadi, stop menghayal untuk hal yg gak pasti. Yg masuk akal saat ini adalah duet dari: Gibran-Dedi,” terangnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar