- Home
- /
- Government
- /
- Government
Hadapi Ketidakpastian Global, BI Siapkan 3 Jurus Kebijakan untuk Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan
Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Bank Indonesia (BI) menyiapkan bauran kebijakan untuk menghadapi kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan setidaknya ada tiga instrumen utama yang dapat digunakan, yakni kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
Destry mengatakan ketidakpastian global masih tinggi karena dunia menghadapi situasi higher for longer. Kondisi tersebut diperkirakan tetap memberikan pengaruh terhadap perekonomian Indonesia sehingga BI perlu menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan yang terjadi.
“Jadi kan memang kita menghadapi situasi higher for longer. Jadi artinya ketidakpastian global itu masih sangat tinggi dan itu tentu sedikit banyak akan mempengaruhi di kita, sehingga yang menjadi stance kita di awal ini memang tetap kita akan fokus kepada stabilitas,” ujar Destry di Gedung MA, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Meski stabilitas menjadi fokus awal, Destry mengatakan BI memiliki ruang untuk menggunakan sejumlah instrumen kebijakan secara bersamaan. Bauran kebijakan tersebut memungkinkan bank sentral menentukan instrumen yang lebih sesuai dengan tujuan stabilitas maupun pertumbuhan.
Tiga instrumen utama yang disebut Destry adalah kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, tetapi dapat digunakan secara terintegrasi dalam merespons kondisi ekonomi.
Kebijakan moneter menjadi salah satu instrumen BI untuk merespons dinamika ekonomi dan menjaga stabilitas. Sementara kebijakan makroprudensial dapat diarahkan untuk mendukung fungsi intermediasi perbankan dan pertumbuhan kredit.
Adapun sistem pembayaran menjadi bagian lain dari kebijakan BI yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan ekonomi. Selain tiga instrumen tersebut, BI juga memiliki kebijakan yang berkaitan dengan UMKM, ekonomi keuangan syariah, serta pendalaman pasar keuangan.
“Belum kebijakan lainnya yang terkait dengan UMKM, ekonomi keuangan syariah, dan tentunya pedalaman pasar keuangan. Nah tentunya di kebijakan itu kita akan bermain mana yang akan lebih pro stability, mana yang akan lebih pro growth,” kata Destry.
Destry menjelaskan penggunaan berbagai instrumen tersebut tidak selalu memiliki tujuan yang sama dalam setiap kondisi. BI akan menentukan apakah suatu kebijakan lebih tepat diarahkan untuk memperkuat stabilitas atau memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Salah satu contoh datang dari kebijakan makroprudensial yang selama ini dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan. BI dapat memberikan insentif kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa respons BI terhadap ketidakpastian global tidak hanya bersifat defensif. Ketika stabilitas tetap terjaga, instrumen makroprudensial dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penyaluran kredit dan mendukung aktivitas ekonomi.
“Nah jadi kombinasi atau kami sebutnya bauran kebijakan itu akan tetap menjadi tools bagi kita lah ya, dalam merumuskan suatu kebijakan,” ujar Destry.
Baca Juga: Usai Dilantik, Destry Damayanti Prioritaskan Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
Bauran kebijakan menjadi penting karena kondisi ekonomi tidak selalu membutuhkan respons melalui suku bunga atau kebijakan moneter saja. Dengan mengombinasikan berbagai instrumen, BI memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan berdasarkan tantangan yang sedang dihadapi.
Destry menilai pendekatan tersebut memungkinkan BI menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Fokus pada stabilitas tetap diperlukan ketika ketidakpastian global meningkat, tetapi dukungan terhadap pertumbuhan juga dapat diberikan melalui instrumen yang sesuai.
Kondisi higher for longer membuat fleksibilitas tersebut semakin relevan bagi bank sentral. BI perlu memastikan stabilitas ekonomi dan nilai tukar tetap terjaga sembari mempertahankan ruang untuk mendukung sektor produktif melalui kebijakan makroprudensial.
Dengan tiga instrumen utama serta sejumlah kebijakan pendukung, BI memiliki berbagai pilihan dalam merespons perkembangan ekonomi. Destry menegaskan bauran kebijakan akan tetap menjadi salah satu tools utama BI dalam menentukan arah kebijakan ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: