Komdigi Minta Operator Seluler Bangun Jaringan di Wilayah Potensi Ekonomi
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong operator seluler (opsel) membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang memiliki potensi ekonomi, termasuk kawasan kepulauan yang menjadi lokasi Koperasi Desa Merah Putih.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan ketersediaan listrik dapat menjadi salah satu indikator untuk mendorong pembangunan infrastruktur jaringan di suatu wilayah.
Menurut Nezar, keberadaan listrik menunjukkan adanya potensi aktivitas ekonomi yang dapat didukung melalui konektivitas digital.
“Kita bisa minta opsel untuk bangun di situ karena sudah ada listriknya, potensi industrinya ada, nanti kita bisa dorong opsel untuk bangun tower atau memasang repeater penguat,” kata Nezar dalam pertemuan dengan Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Nezar mengatakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran penguatan konektivitas adalah Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Wilayah tersebut telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis koperasi yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih setempat.
“Saya dan tim segera lakukan asesmen ke lapangan,” ujarnya.
Menurut Nezar, pembangunan jaringan telekomunikasi di wilayah kepulauan tidak hanya bertujuan menyediakan akses internet, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi koperasi dan masyarakat setempat.
Dengan dukungan konektivitas digital, produk dan kegiatan usaha masyarakat dapat dipasarkan melalui kanal digital sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pasar lokal.
Komdigi juga menyiapkan pengembangan ekosistem digital bagi generasi muda di wilayah tersebut setelah infrastruktur konektivitas tersedia.
Baca Juga: Ultimatum Operator Seluler Sisa Kuota Tak Boleh Hangus, Komdigi Beri Waktu hingga 28 September
Baca Juga: Menkomdigi Larang Sisa Kuota Hangus, Begini Respons XLSMART
Baca Juga: Komdigi Minta Tambah Anggaran Rp3,23 Triliun, Ini Program yang Dibiayai
Program tersebut nantinya dapat mencakup pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu generasi muda membangun usaha serta memasarkan produk secara daring.
“Nanti setelah sinyal konektivitas terbangun, kita nanti bisa bantu pembangunan ekosistem anak-anak muda yang ada di situ. Kita kasih pendidikan supaya mereka bisa bangun bisnisnya dengan bantuan digitalisasi,” tutur Nezar.
Dengan pendekatan tersebut, Komdigi ingin pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak berhenti pada penyediaan sinyal, tetapi terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketersediaan listrik, potensi usaha, dan keberadaan koperasi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah yang perlu didorong untuk mendapatkan konektivitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri