Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dokter Tifa: Dentuman Anak Krakatau Sudah Jadi Sorotan Dunia

        Dokter Tifa: Dentuman Anak Krakatau Sudah Jadi Sorotan Dunia Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menegaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau telah menjadi sorotan dunia. 

        Ia menyebut warga Jawa Barat sejak semalam merasakan getaran dan mendengar suara dentuman, yang ternyata bersumber dari aktivitas erupsi Anak Krakatau.

        "Sejak semalam warga Jawa Barat mendengar suara dentuman dan getaran dan inilah sebabnya. Erupsi anak gunung Krakatoa beritanya sudah mendunia," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Sabtu (5/9).

        Ia berharap pemerintah segera proaktif menyikapi fenomena ini.

        Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) letusan Gunung Anak Krakatau memuncak pada Sabtu dini hari, tepatnya pukul 00.01 hingga 04.40 WIB. Fenomena Strombolian terdeteksi jelas, ditandai dengan semburan lava pijar menyerupai air mancur yang memicu aliran lava segar di sekitar tubuh gunung.

        Pada fase awal pukul 01.01 WIB, kamera CCTV pemantau visual di lapangan mati total akibat hantaman material vulkanik panas. Hal ini sempat membuat tinggi kolom abu vulkanik tidak dapat teramati secara langsung. Namun, radar satelit internasional mendeteksi sebaran abu mencapai ketinggian hingga 15 kilometer di atmosfer.

        Baca Juga: Gempa M5,3 Guncang Jateng–DIY, BMKG Minta Jangan Percaya Isu Liar

        Aktivitas kegempaan juga mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 70 mm serta tremor menerus yang berlangsung sangat panjang, mencapai 21.600 detik atau sekitar enam jam. Dentuman keras dari letusan ini terdengar luas dan dirasakan masyarakat di wilayah Banten, Lampung, hingga sebagian Jawa Barat.

        Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). BNPB menegaskan pertumbuhan volume tubuh pasca-2018 masih relatif kecil, sehingga tidak berpotensi memicu keruntuhan bawah laut yang dapat menyebabkan tsunami. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: