Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Serangan Ekonomi pada Iran Makin Terbuka, Uni Eropa Dukung Sanksi AS

        Serangan Ekonomi pada Iran Makin Terbuka, Uni Eropa Dukung Sanksi AS Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tekanan terhadap Iran semakin meluas setelah Uni Eropa menyatakan dukungannya terhadap kampanye sanksi ekonomi yang dipimpin Amerika Serikat. Langkah tersebut memperkuat upaya Washington untuk membatasi akses Teheran terhadap sistem keuangan global.

        Menurut laporan The Wall Street Journal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tengah mempertimbangkan kemungkinan mengakhiri operasi militer terhadap Iran. Trump disebut menilai tekanan ekonomi dapat mendorong Iran menghentikan program nuklirnya atau menghadapi tekanan internal yang dapat membuat rezim tersebut runtuh.

        Dukungan Uni Eropa terhadap kebijakan sanksi Amerika Serikat diumumkan pada Jumat (4/9/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas tekanan terhadap Iran, termasuk terhadap akses pembiayaan dan sektor-sektor strategis yang menopang perekonomian negara tersebut.

        Program yang disebut Operation Economic Outcast menyasar sejumlah sektor vital, mulai dari aset digital, cadangan emas, teknologi canggih, penerbangan komersial, hingga industri pelayaran.

        Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengapresiasi langkah cepat negara-negara Eropa dalam mendukung kebijakan tersebut.

        "Kami menghargai sikap mereka yang kuat dan cepat," kata Bessent.

        Pengumuman penguatan sanksi tersebut disampaikan di tengah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di North Carolina. Washington juga memperingatkan lembaga keuangan internasional agar tidak memfasilitasi transaksi yang berkaitan dengan Iran.

        Amerika Serikat bahkan mengancam akan mencabut akses lembaga keuangan yang melanggar ketentuan tersebut terhadap sistem dolar AS.

        "Dunia sedang mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran: Kami tidak akan berhenti sampai setiap jalur kehidupan finansial yang masih tersisa telah diputus," ujar Bessent.

        Washington menyatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk membatasi kemampuan Teheran dalam membiayai program militernya, termasuk program nuklir dan kelompok proksi Iran di kawasan Timur Tengah.

        "Amerika Serikat berdiri teguh bersama sekutu kami untuk memastikan rezim Iran yang mematikan tidak dapat mengeksploitasi sistem keuangan global guna mendanai ambisi nuklir, program senjata, dan proksi terornya," kata Bessent.

        Pemerintah Iran mengecam langkah Uni Eropa yang mendukung kebijakan Washington. Teheran juga menilai negara-negara Eropa telah mengikuti tekanan Amerika Serikat dan mengorbankan kedaulatan serta standar hukum mereka.

        Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut kebijakan Washington sebagai bentuk "terorisme ekonomi".

        Di sisi lain, Korea Selatan disebut tengah mempertimbangkan opsi bantuan militer untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pemerintah Korea Selatan menyatakan belum ada keputusan final mengenai kemungkinan pengiriman pasukan ke kawasan tersebut.

        "Rincian terkait masalah tersebut belum diputuskan," demikian pernyataan pemerintah Korea Selatan.

        Baca Juga: Trump Ingin Hentikan Serangan Militer, Ganti Serang Iran Lewat Ekonomi

        Situasi keamanan di kawasan semakin tegang menyusul tindakan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di jalur pelayaran strategis tersebut.

        CENTCOM melaporkan telah mengalihkan 87 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, serta menaiki dua kapal dalam upaya memastikan kepatuhan terhadap aturan blokade minyak Iran.

        Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran berlangsung melalui kombinasi instrumen ekonomi dan militer. Di tengah eskalasi tersebut, pemerintahan Trump disebut mulai mempertimbangkan apakah tekanan ekonomi dan sanksi dapat menjadi instrumen utama untuk mencapai tujuan Washington terhadap program nuklir Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: