Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, 33 Penerbangan Terimbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

        Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, 33 Penerbangan Terimbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Kredit Foto: Antara/Arif Firmansyah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperpanjang penutupan sementara operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

        Berdasarkan NOTAM A3341/26, Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara pada pukul 01.30–09.30 WIB. Penutupan dilakukan setelah paper test yang berlangsung pada Minggu pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik.

        Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05–06.35 WIB juga menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. Atas kondisi tersebut, penutupan diperpanjang sesuai NOTAM A3344/26 sebagai perubahan atas NOTAM A3341/26.

        Berdasarkan pembaruan data hingga 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, terdapat 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang.

        Sementara itu, seluruh pesawat yang melakukan Remain Over Night (RON) dipastikan berada dalam kondisi aman. Terdapat 170 pesawat yang berada di area apron, terdiri atas 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan 4 pesawat di area kargo.

        Dari sisi rute, penerbangan domestik yang mencatat jumlah pergerakan terdampak terbanyak adalah Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan pesawat. Untuk rute internasional, Singapura (SIN) menjadi yang terbanyak dengan 11 pergerakan.

        Pada penerbangan internasional, penanganan operasional mencakup 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali untuk sejumlah rute, antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

        Sementara itu, penerbangan domestik mencatat 4 pembatalan dan 1 pengalihan penerbangan untuk rute Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

        Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatakan petugas bandara dan maskapai saat ini berfokus memberikan informasi secara berkala kepada penumpang, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur.

        Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenhub Pastikan Bandara Soekarno-Hatta Berjalan Normal

        Baca Juga: Masyarakat Diminta Tak Khawatir, PVMBG Pastikan Anak Krakatau Belum Berpotensi Tsunami

        Baca Juga: PVMBG Pastikan Erupsi Anak Krakatau Belum Membahayakan, Status Tetap Siaga

        Selain dampak langsung terhadap penerbangan, pemerintah juga mewaspadai dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal.

        Penyesuaian operasional penerbangan akan dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas.

        Ditjen Perhubungan Udara mengimbau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan. Masyarakat juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu hingga memperoleh informasi lebih lanjut dari maskapai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: