Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung belum memerlukan perubahan status aktivitas gunung maupun perluasan radius bahaya. Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.
Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan stasiun pengamatan masih merekam aktivitas erupsi secara terus-menerus hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.
"Memang sampai pagi ini stasiun pengamatan kami masih mencatat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau ini masih terlihat semburan erupsi. Masih terus-menerus, masih terdata di data stasiun pemantauan yang kami miliki," kata Rita dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (5/9/2026).
Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, Rita menegaskan kondisi tersebut belum menunjukkan peningkatan yang mengharuskan pemerintah mengubah status gunung api maupun rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
"Erupsi yang terjadi ini bukan erupsi yang menimbulkan bahaya, sehingga kita perlu mengubah status rekomendasi maupun jarak rekomendasi," ujarnya.
Karena itu, PVMBG masih mempertahankan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Jadi jarak rekomendasinya masih tetap 3 kilometer," kata Rita.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan dalam radius tersebut karena masih terdapat potensi lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Statusnya Masih Siaga III
Baca Juga: PVMBG Duga Dentuman Misterius Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau
Rita juga mengimbau masyarakat tetap tenang meski aktivitas erupsi disertai suara dentuman dan getaran dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah yang berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui jaringan stasiun pemantauan. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang memerlukan perubahan status atau penyesuaian radius bahaya, informasi akan segera disampaikan kepada masyarakat.
"Jadi tetap tenang dan tetap mengikuti informasi yang diberikan baik itu oleh Badan Geologi maupun BPBD setempat ataupun institusi lain terkait," ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Annisa Nurfitri