Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        125 Juta Anak Muda Jadi Pasar Besar Ekonomi Olahraga

        125 Juta Anak Muda Jadi Pasar Besar Ekonomi Olahraga Kredit Foto: Amartha
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir menyebutkan bahwa terdapat 125 juta penduduk berusia 13 hingga 30 tahun, sementara tingkat partisipasi olahraga saat ini baru mencapai 17,5%. Angka tersebut menjadikan Indonesia berpotensi pasar besar untuk pengembangan ekonomi olahraga seiring dominasi penduduk usia muda.

        Menurut Erick, tren olahraga lari yang semakin diminati masyarakat dapat menjadi salah satu pintu untuk meningkatkan partisipasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Ajang marathon dan half marathon dinilai tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar penyelenggaraan.

        “Tren olahraga lari yang kian diminati masyarakat merupakan investasi jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga pembentukan karakter bangsa dan penguatan ekonomi. Dengan demografi Indonesia yang didominasi anak muda—mencapai 125 juta jiwa di rentang usia 13 hingga 30 tahun tingkat partisipasi olahraga kita saat ini masih di angka 17,5%. Melalui ajang lari, seperti marathon dan half marathon, kita dapat terus mendorong kesadaran berolahraga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga sektor akomodasi,” jelas Erick dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026).

        Ajang lari Amartha 10X Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta ini diikuti ribuan pelari dari kategori 10K dan Half Marathon. Untuk rutenya, para peserta melewati sejumlah ikon Jakarta, termasuk Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebelum melanjutkan aktivitas di race village.

        Keterlibatan UMKM dalam ajang ini juga ikut disertakan, di mana para pelaku usaha mitra Amartha membawa produk mereka melalui Pasar Amartha dan berinteraksi langsung dengan peserta.

        Ibu Iyus, salah satu pelaku UMKM teh herbal aromatik dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat contohnya. Sudah sejak 2024 ia mengolah tanaman obat di sekitar rumah menjadi produk teh herbal.

        “Biasanya saya menjual produk ini di sekitar rumah saja. Senang sekali hari ini bisa datang ke Jakarta dan bertemu banyak orang. Semoga usaha saya bisa semakin dikenal sehingga bisa terus berkembang,” kata Ibu Iyus.

        Baca Juga: Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Bisa Gelar PJJ

        Baca Juga: 150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Kena Imbas Abu Anak Krakatau

        Baca Juga: Menhub Bicara soal Peralihan Moda hingga Kerugian Penutupan 8 Bandara Imbas Erupsi Anak Krakatau

        Selain ruang pemasaran, area tersebut juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memberikan pendanaan modal kerja melalui Amartha Prosper.

        Founder dan CEO Amartha Financial Andi Taufan mengatakan, penyelenggaraan Amartha 10X Run turut membawa misi pemberdayaan UMKM.

        “Melalui Amartha 10X Run, kami ingin mengajak lebih banyak orang merasakan semangat #WeGoBeyond. Bagi kami, melampaui batas bukan hanya tentang berlari lebih cepat atau lebih jauh, tetapi tentang keberanian untuk terus bergerak dan membuka peluang baru. Semangat ini sangat dekat dengan perjalanan Amartha selama 16 tahun, bersama lebih dari 4 juta UMKM yang kami layani di lebih dari 50.000 perdesaan di Indonesia. Setiap hari, para perempuan pelaku UMKM ini terus melangkah untuk mengembangkan usaha dan membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya,” ujar Andi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: