Terungkap! Masyarakat Ternyata Lebih Puas terhadap Kinerja Prabowo Dibanding Gibran
Kredit Foto: Istimewa
Kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan. Bukan hanya soal program dan kebijakan, kali ini perhatian tertuju pada bagaimana publik memberikan penilaian terhadap dua figur utama di pemerintahan tersebut.
Hasil survei terbaru Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan adanya perbedaan cukup mencolok antara tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam survei tersebut, Prabowo mendapatkan tingkat kepuasan lebih tinggi dibandingkan Gibran.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan, menyebut sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Angka itu merupakan gabungan dari 9,0 persen responden yang mengaku sangat puas dan 48,6 persen lainnya menyatakan cukup puas.
Baca Juga: Pernah Didatangi Gibran, Rocky Gerung Bocorkan Anak Jokowi Ingin Jadi Presiden
Di sisi lain, masih ada 40,6 persen responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Rinciannya, 34,0 persen mengaku kurang puas dan 6,6 persen lainnya sangat tidak puas. Sementara itu, sebanyak 1,8 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Jarak penilaian terlihat lebih jelas ketika survei beralih kepada kinerja Gibran. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Wakil Presiden tercatat hanya 40,1 persen, yang terdiri dari 4,1 persen responden sangat puas dan 36,0 persen cukup puas.
Bahkan, mayoritas responden justru menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran. Totalnya mencapai 54,4 persen, dengan rincian 39,7 persen kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas. Adapun 5,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca Juga: PSI: PDIP Fitnah Jokowi Punya Bunker, tapi Takut Sahkan RUU Perampasan Aset
Ali menjelaskan, perbedaan tingkat kepuasan tersebut menjadi salah satu temuan yang perlu dilihat secara proporsional. Angka-angka itu menunjukkan publik memberikan penilaian yang berbeda terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan perannya masing-masing.
Temuan survei ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Koordinasi dan pembagian peran dinilai perlu berjalan semakin efektif agar masyarakat tidak hanya melihat figur yang memimpin, tetapi juga dapat merasakan hasil dari kebijakan yang dijalankan pemerintah.
“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kinerja pemerintahan semakin efektif dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari kebijakan yang dijalankan. Karena pada akhirnya, publik tidak hanya melihat figur, tetapi juga hasil kerja pemerintahan secara keseluruhan,” katanya.
Survei nasional ASI tersebut dilakukan pada 23-29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.
Metode penarikan sampel yang digunakan adalah Multistage Random Sampling. Survei tersebut memiliki margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: