Kredit Foto: PTPP
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 STA 0+000–6+700. Hingga September 2026, progres proyek tersebut telah mencapai 94,9% dari total nilai kontrak Rp1,46 triliunsebelum pajak pertambahan nilai (PPN).
Proyek yang menghubungkan Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo di Jakarta Utara menuju Kosambi, Tangerang, tersebut ditargetkan selesai pada 14 Oktober 2026. Pembangunan ruas tol ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas Jakarta dan Banten, termasuk akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan PIK 2.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, ruas tersebut diharapkan memperlancar distribusi logistik serta menunjang pengembangan kawasan industri dan pergudangan di wilayah utara Tangerang.
Salah satu tahapan penting proyek telah diselesaikan PTPP melalui uji pembebanan Jembatan Ramp 1 Junction (JC) Sedyatmo pada 27–29 Agustus 2026. Pengujian dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK).
Uji pembebanan dilakukan dengan metode dinamis dan statis menggunakan berbagai skema pembebanan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus Nomor 13/P/BM/2025.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan penyelesaian uji pembebanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan pembangunan berjalan sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan konstruksi.
“Selesainya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menunjukkan komitmen PTPP dalam menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keandalan konstruksi,” ujar Joko.
Jembatan JC Sedyatmo menjadi salah satu bagian yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena dibangun di atas Jalan Tol Sedyatmo yang merupakan salah satu akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta. Area kerja yang terbatas membuat pelaksanaan konstruksi membutuhkan perencanaan dan pengawasan yang ketat.
Untuk memantau kondisi struktur, PTPP menerapkan Sistem Monitoring Kesehatan Struktur dengan lebih dari 100 sensor pada JC Sedyatmo. Jembatan tersebut memiliki bentang lebih dari 100 meter dengan radius terkecil sekitar 88 meter.
PTPP juga melakukan inovasi engineering pada jembatan box girder balanced cantilever yang melintasi Sungai Kamal. Melalui review design, jumlah segmen dikurangi dari 12 menjadi tujuh segmen per traveller. Optimalisasi tersebut mempercepat pekerjaan erection hingga sekitar satu bulan dibandingkan target awal.
Jalan Tol Kataraja Seksi 1 sendiri telah difungsionalkan sejak 9 Oktober 2025 untuk arah PIK 2 menuju Jakarta serta arah Bandara Soekarno-Hatta menuju PIK 2. Ruas tersebut juga memperoleh kategori Bintang 5 berdasarkan hasil Uji Laik Fungsi yang dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri.
Dengan progres pembangunan yang telah mendekati 95%, PTPP masih memiliki sisa pekerjaan sekitar 5% untuk menyelesaikan ruas tersebut sesuai target kontrak.
“Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas logistik dan pengembangan kawasan di wilayah Tangerang dan sekitarnya,” kata Joko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: