Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit

        Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan pendapatan Rp3,61 triliun pada semester I-2026, tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan aktivitas layanan rumah sakit, seiring bertambahnya jumlah pasien dan kapasitas tempat tidur.

        Khusus bisnis rumah sakit, pendapatan HEAL tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 8% secara tahunan. Kinerja tersebut menunjukkan ekspansi kapasitas yang dilakukan perseroan mulai mendorong pertumbuhan bisnis, meski tekanan terhadap laba bersih masih terjadi akibat meningkatnya beban penyusutan.

        Dari sisi operasional, jumlah hari rawat inap HEAL meningkat 8% secara tahunan dan 5% secara kuartalan. Sementara itu, rata-rata lama rawat inap berada di kisaran tiga hari.

        Pertumbuhan pendapatan juga tidak hanya berasal dari kenaikan volume pasien. HEAL mencatat peningkatan nilai layanan yang diberikan kepada pasien, tercermin dari pendapatan rawat inap yang tumbuh sekitar 12% secara tahunan.

        Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan revenue per inpatient days. Pada segmen pasien BPJS, indikator tersebut meningkat 6,5% secara tahunan, sedangkan segmen non-BPJS tumbuh 7,1%.

        Peningkatan paling signifikan terlihat pada segmen non-BPJS. Pada kuartal II-2026, revenue per inpatient days pasien non-BPJS melonjak 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan intensitas sekaligus nilai layanan yang diberikan kepada pasien.

        Pertumbuhan pendapatan HEAL berjalan seiring dengan peningkatan volume pasien. Jumlah pasien rawat jalan naik 9% secara tahunan dan 13% secara kuartalan. Sementara pasien rawat inap tumbuh 6% secara tahunan dan 4% secara kuartalan.

        Perseroan juga terus memperbesar kapasitas layanan. Hingga semester I-2026, jumlah tempat tidur HEAL bertambah 732 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Direktur Keuangan HEAL Justinus Emmanuel Herawan mengatakan pertumbuhan perseroan tidak semata-mata berasal dari peningkatan jumlah pasien, tetapi juga dari kenaikan nilai layanan yang diberikan kepada pasien.

        Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya HEAL meningkatkan kontribusi layanan bernilai tambah. Perseroan terus mengembangkan sejumlah center of excellence, memperkuat jumlah dokter spesialis dan subspesialis, serta memperluas layanan medis dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.

        Dengan strategi tersebut, pertumbuhan pendapatan diharapkan tidak hanya berasal dari penambahan volume pasien, tetapi juga dari peningkatan nilai layanan per pasien.

        HEAL Optimistis hingga Akhir Tahun

        HEAL melihat peluang pertumbuhan pendapatan masih terbuka hingga akhir 2026. Secara historis, kuartal III menjadi periode dengan effective working days yang lebih optimal sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas layanan rumah sakit.

        Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada laba. Pada semester I-2026, laba bersih setelah kepentingan minoritas tercatat Rp193 miliar, turun 13,8% secara tahunan.

        Penurunan laba antara lain dipengaruhi kenaikan beban penyusutan akibat ekspansi kapasitas dan penambahan peralatan medis. Investasi tersebut meningkatkan kapasitas layanan, tetapi dalam jangka pendek menambah beban yang menekan profitabilitas.

        Ke depan, kemampuan HEAL mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan produktivitas aset baru akan menjadi faktor penting. Pertumbuhan pasien, peningkatan revenue intensity, serta layanan dengan nilai tambah lebih tinggi diharapkan dapat membantu perseroan mengonversi ekspansi kapasitas menjadi pertumbuhan laba yang lebih kuat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: