- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
B-LOG Mulai Intip Kendaraan Listrik, tapi Belum Siap Elektrifikasi Ribuan Armada
Kredit Foto: B-LOG
PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG) mulai mengkaji penggunaan kendaraan listrik (EV) untuk mendukung operasional logistik. Meski membuka peluang elektrifikasi armada, perusahaan belum berencana melakukan peralihan dalam skala besar dalam waktu dekat.
Direktur Utama B-LOG Michael Tillon mengatakan, perseroan masih memantau perkembangan teknologi kendaraan listrik dan mengevaluasi tingkat kesesuaiannya dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Menurut Michael, pergeseran dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang pada akhirnya sulit dihindari. Namun, B-LOG perlu berhati-hati sebelum mengambil keputusan karena perusahaan mengoperasikan ribuan kendaraan.
"Kita juga melihat memang keniscayaan bahwa perkembangan teknologi ini akan menggeser mobil-mobil yang sifatnya konvensional. Tetapi karena kita punya armada dalam jumlah juga ribuan, sehingga kita sangat hati-hati dalam mengambil keputusan," ujar Michael dalam Public Expose B-LOG 2026, Selasa (8/9/2026).
Ia menambahkan, penerapan kendaraan listrik perlu mempertimbangkan kesiapan teknologi, kebutuhan operasional, serta skala armada yang dimiliki perusahaan. Karena itu, B-LOG masih akan melihat perkembangan ekosistem EV sebelum menentukan langkah elektrifikasi lebih lanjut.
Hingga semester I 2026, B-LOG memiliki lebih dari 3.500 armada yang digunakan untuk menunjang bisnis third-party logistics (3PL) B2B di sejumlah wilayah Indonesia.
Karena itu, menurut Michael, penerapan kendaraan listrik tidak cukup hanya dilihat dari penggantian kendaraan bermesin konvensional dengan EV. Kesiapan ekosistem pendukung juga menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan penggunaannya.
B-LOG antara lain mencermati ketersediaan fasilitas pengisian daya, nilai jual kembali kendaraan, hingga keberlanjutan dukungan dari prinsipal kendaraan listrik.
"Untuk kita bicara mengenai mobil EV, itu terkaitnya banyak ekosistem yang kita harus perhatikan: bagaimana dengan charging station, bagaimana dengan nilai jual, bagaimana dengan komitmen prinsipal untuk kelangsungan ke depan. Ini semua memang dalam kajian," jelasnya.
Meski belum menentukan langkah elektrifikasi secara luas, B-LOG membuka opsi untuk mengawali penggunaan EV dalam skala terbatas. Salah satu skema yang dipertimbangkan adalah menjalankan proyek percontohan atau pilot project dengan jumlah kendaraan tertentu.
Langkah tersebut akan digunakan untuk melihat secara langsung kecocokan kendaraan listrik dengan kebutuhan operasional perusahaan sebelum penerapan dalam jumlah lebih besar.
"Tidak tutup kemungkinan alternatif-alternatif ini akan kita buka, kita akan bentuk dalam satu pilot project dulu dalam jumlah tertentu. Jadi alternatif ini keniscayaan kita pasti akan kaji dan kita akan coba jalankan," kata Michael.
Di sisi lain, B-LOG masih terus memperkuat infrastruktur bisnis logistiknya. Pengembangan armada berjalan beriringan dengan ekspansi jaringan pergudangan dan layanan cold chain untuk mendukung bisnis 3PL.
Baca Juga: B-LOG Bukukan Pendapatan Rp733 Miliar pada Semester I-2026
Baca Juga: Hampir 3 Mobil Listrik China Baru Meluncur Tiap Hari, Kualitas Baterai Jadi Tantangan
Kinerja Bisnis pada Semester I-2026
Per semester I-2026, B-LOG telah memiliki lebih dari 130 titik operasional yang tersebar di lebih dari 50 kota dan 25 provinsi di Indonesia. Perusahaan juga mengoperasikan 16 jaringan gudang serta melayani lebih dari 26.000 titik pengiriman setiap hari.
Ekspansi tersebut turut menopang pertumbuhan kinerja perseroan. B-LOG membukukan pendapatan Rp733 miliar pada semester I 2026, meningkat 17 persen dibandingkan Rp626 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan juga tumbuh 9 persen menjadi Rp78 miliar dari sebelumnya Rp71 miliar pada semester I 2025.
Dengan skala operasional dan jumlah armada yang besar, B-LOG memilih pendekatan bertahap dalam menyikapi tren elektrifikasi. Kajian terhadap EV akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pengisian daya, aspek keekonomian kendaraan, dukungan prinsipal, serta kecocokan teknologi dengan kebutuhan operasional logistik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan