Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen

        Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen Kredit Foto: SIG
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau Semen Indonesia Group (SIG) membuka peluang membagikan seluruh laba tahun buku 2026 sebagai dividen tunai. Perseroan juga menargetkan peningkatan nilai dividen yang diterima pemegang saham, tidak hanya dari sisi persentase.

        Direktur Keuangan dan Risk Management SIG Sigit Prastowo mengatakan, kebijakan tersebut mengacu pada pembagian dividen tahun buku 2025. Saat itu, SIG menetapkan 100% laba bersih sebesar Rp190,85 miliar untuk dibagikan sebagai dividen tunai.

        "Di tahun 2026, tentu kita ingin melanjutkan bagaimana memberikan suatu imbal hasil yang optimal, bukan hanya dari sisi percentage namun juga nominal," ujar Sigit dalam sesi public expose, Selasa (8/9/2026).

        Menurutnya, SIG akan terus mendorong kinerja operasional agar mampu memberikan hasil yang lebih optimal kepada pemegang saham atas kinerja 2026 yang akan dibagikan pada 2027.

        Meski demikian, keputusan pembagian dividen tetap mempertimbangkan kondisi arus kas serta kebutuhan investasi perusahaan. Sigit menegaskan, keputusan final mengenai besaran dividen nantinya menjadi kewenangan pemegang saham, termasuk pemegang saham Seri A Dwiwarna dan pemegang saham Seri B terbesar.

        Laba Semester I 2026 Tembus Rp228 Miliar

        Sebagai gambaran, laba SIG hingga semester I 2026 telah mencapai Rp228 miliar, melampaui laba sepanjang tahun buku 2025 yang sebesar Rp190,85 miliar.

        Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan permintaan semen nasional. Pada semester I 2026, volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton, tumbuh 5,6% secara tahunan dibandingkan 17,31 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Baca Juga: SIG Kembali Garap Pantai Bahak, Ribuan Mangrove hingga UMKM Jadi Sasaran

        Baca Juga: Laba SIG Melejit 471% Jadi Rp228 Miliar di Semester I 2026

        Penjualan domestik menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan 9,7% yoy, terutama dari segmen semen kantong yang meningkat 11,2%.

        Pertumbuhan volume penjualan tersebut turut mendorong pendapatan SIG naik 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun dari Rp15,61 triliun.

        Dari sisi profitabilitas, beban pokok pendapatan meningkat 11,1% yoy seiring pertumbuhan volume penjualan dan kenaikan biaya bahan bakar serta energi. Sementara itu, beban operasional naik 20,7% yoy, terutama akibat meningkatnya biaya promosi dan distribusi.

        Di sisi lain, beban keuangan bersih berhasil ditekan 34,5% yoy seiring penurunan utang berbunga. EBITDA SIG juga tumbuh 2,6% yoy menjadi Rp2,15 triliun pada semester I 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: