Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Cicil Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun

        Pemerintah Cicil Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh berada di kisaran Rp80 triliun hingga Rp90 triliun. Namun, menurutnya, beban tersebut telah direstrukturisasi dengan tenor yang sangat panjang, mencapai sekitar 80 tahun.

        Purbaya mengatakan, restrukturisasi tersebut membuat kewajiban utang Whoosh tidak sebesar yang sebelumnya dibayangkan jika dilihat dari beban pembayaran tahunannya.

        “80–90, tapi di-stretch 80 tahun. Sudah ada cicilannya,” kata Purbaya saat di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

        Purbaya menjelaskan, restrukturisasi tersebut membuat kewajiban Whoosh tidak terlalu besar jika dilihat dari pembayaran per tahunnya. Ia menyebut terdapat cicilan yang harus dibayarkan setiap tahun dengan nilai sekitar Rp1 triliun untuk sebagian kewajiban.

        Menurut Purbaya, dengan restrukturisasi tersebut, pembayaran kewajiban Whoosh dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang. Ia menilai kondisi itu membuat persoalan utang proyek kereta cepat tersebut menjadi lebih terkendali.

        “Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya karena utangnya sudah direstrukturisasi,” ujarnya saat ditanya soal perkembangan.

        Di sisi lain, Purbaya menyebut pemerintah menyiapkan skema pengelolaan Whoosh melalui lembaga pemerintah. Dalam pembahasan tersebut, terdapat opsi melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA).

        Namun, Purbaya menilai keterlibatan satu lembaga saja bisa menjadi pilihan apabila kapasitas pembiayaannya dinilai mencukupi.

        “SMI dan INA atau mungkin satu juga nanti kita lihat. Ternyata cicilannya gede-gede amat, seharusnya sih satu SMI aja,” ujarnya.

        Pemerintah juga menargetkan proses serah terima pengelolaan tersebut dilakukan pada 15 September 2026.

        Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kembali pengelolaan dan pembiayaan proyek Whoosh, terutama setelah kewajiban utangnya direstrukturisasi dalam tenor yang sangat panjang.

        Akan Diskusi dengan Pemerintah China

        Purbaya juga mengungkapkan pemerintah Indonesia akan melanjutkan pembahasan terkait restrukturisasi utang Whoosh dengan pihak China.

        Baca Juga: Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun, Purbaya: Iya Kita Sudah Mati, Santai Saja

        Baca Juga: Whoosh Tak Terdampak Abu Anak Krakatau, Jarak Pandang Masinis Tetap Aman

        Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan China dan menyebut pihak China menunjukkan ketertarikan untuk membahas persoalan tersebut.

        “Saya sudah bicara dengan Menteri Keuangan China. Sebetulnya mereka tertarik,” kata Purbaya.

        Pembahasan dengan pemerintah China menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari skema terbaik dalam menangani kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat tersebut, termasuk memastikan beban pembayaran tetap dapat dikelola dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: