Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Berawal dari HP Android, Cerita Gamer Sulaiman Raup Penghasilan dari Konten Mobile Legends

        Berawal dari HP Android, Cerita Gamer Sulaiman Raup Penghasilan dari Konten Mobile Legends Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sulaiman Albasyari (24) tidak menyangka satu video yang diunggah pada hari pertama 2026 mengubah arah hidupnya. Video permainan Mobile Legends: Bang Bang yang diunggah pada 1 Januari 2026 itu ditonton 6,8 juta kali hanya dalam tiga hari.

        Sejak saat itu, akun TikTok dan Instagram @francoonehit01 yang dikelolanya sendiri melonjak hingga ratusan ribu pengikut. Aktivitas yang sebelumnya hanya menjadi pengisi waktu luang kemudian berubah menjadi sumber penghasilan utama.

        Pemuda kelahiran Bekasi, 20 Oktober 2001, itu dikenal dengan nama Franco 1 Hit. Julukan tersebut diambil dari salah satu hero dalam Mobile Legends yang identik dengan satu tarikan hook.

        Nama Franco 1 Hit semakin melekat setelah penonton berulang kali menanyakan racikan item dan build yang digunakannya hingga mampu menghabisi lawan dalam sekali serangan. Selain TikTok dan Instagram, Sulaiman juga aktif sebagai kreator konten permainan di YouTube.

        Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara instan. Sulaiman mulai mengunggah konten secara rutin sejak 20 Agustus 2025. Selama enam bulan pertama, jumlah pengikutnya bergerak lambat dan hanya mencapai kisaran 10 ribu.

        Titik balik terjadi pada 2 Januari 2026, sehari setelah videonya menembus jutaan penonton. Grafik pengikutnya kemudian meningkat tajam dalam hitungan hari.

        "Di awal tahun 2026, tanggal 1 Januari, ada satu video yang meledak 6,8 juta dalam tiga hari. Di titik sini akun saya berubah drastis, awalnya cuma sekadar konten, sekarang menjadi pekerjaan dan bisa menghasilkan uang dengan konten kita sendiri," ujar Sulaiman.

        Menariknya, seluruh proses produksi konten dilakukan tanpa perangkat pendukung. Ia tidak menggunakan kamera, lampu studio, maupun komputer untuk menyunting video. Seluruh proses dilakukan menggunakan telepon genggam.

        "Bekasi tempat lahir saya. Cara membuat konten saya hanya menggunakan HP Android tanpa alat lain," katanya.

        Dalam kesehariannya, Sulaiman memulai aktivitas dengan mencari gagasan, merekam bahan mentah, menyunting, kemudian mengunggah konten pada waktu yang telah ditentukan. Seluruh proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit.

        "Sebelum upload kita harus mencari ide terlebih dahulu, apa yang mau kita buat. Ide sudah ketemu, selanjutnya kita membuat konten atau mentahan bahan edit, kita edit sebisa mungkin dan langsung upload secara teratur dari jam-jamnya," tuturnya.

        Bagi Sulaiman, konsistensi dan pemahaman terhadap distribusi konten menjadi bagian penting untuk mempertahankan aktivitas sebagai kreator. Ia menyebut banyak kreator yang berhenti di tengah perjalanan.

        "Memang banyak yang gugur di perjalanan menjadi konten kreator. Kuncinya supaya kita bertahan dari tahun ke tahun, kita fokus ke algoritme TikTok kita, mau algoritme VT atau live, sama konsisten," ucapnya.

        Perhatiannya terhadap algoritme bahkan membuat Sulaiman menolak sejumlah tawaran kerja sama komersial. Salah satunya berasal dari penyedia layanan isi ulang permainan.

        "Saya pernah menolak kerja sama dengan store. Alasannya ngaruh dengan algoritme TikTok, biasanya kalau kita ambil bisa terkena PL maupun VT atau live, ngaruh ke akun TikTok," ungkapnya.

        Dari sisi pendapatan, penghasilan terbesar Sulaiman saat ini justru bukan berasal dari iklan berbayar di media sosial. Ia memperoleh penghasilan terbesar dari keterlibatannya dalam berbagai acara yang berkaitan dengan Mobile Legends: Bang Bang.

        Sulaiman juga menyadari bahwa konten permainan telepon genggam banyak ditonton anak-anak dan remaja. Karena itu, ia menetapkan batasan dalam bertutur di depan kamera.

        "Batasan saya itu buat anak-anak, ucapan dijaga, harus ramah sama tidak toxic, itu saja," tegasnya.

        Untuk lima tahun ke depan, Sulaiman menargetkan tetap bertahan sebagai kreator konten gim. Ia menyadari lanskap media sosial dapat berubah dan trafik yang dinikmatinya saat ini tidak selalu bertahan.

        "Target lima tahun ke depan mungkin bertahan menjadi konten kreator game karena penghasilan dari konten. Kita juga tidak tahu ke depannya, intinya konsisten berusaha agar algoritme dan trafik TikTok tidak turun," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: