Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Perkasa ke Level Rp17.588 per USD
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu ?(9/9/2026). Mata uang Garuda dibuka dibuka di level Rp17.588 per dolar Amerika Serikat, atau menguat 0,25% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp17.632 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim AssuIbi, mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh posisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI).
Posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, meningkat dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar.
Kenaikan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.632, Ditopang Kenaikan Cadangan Devisa
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.645 per USD
"Kondisi cadangan devisa tersebut dinilai mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional," kata Ibrahim kepada wartawan.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga. Keyakinan tersebut didukung oleh kecukupan cadangan devisa serta potensi aliran modal asing (capital inflow), seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: