Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Medela Potentia Tembus Rp8,1 Triliun, Ditopang Ekspansi Distribusi dan Produk Sendiri

        Penjualan Medela Potentia Tembus Rp8,1 Triliun, Ditopang Ekspansi Distribusi dan Produk Sendiri Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatat pertumbuhan penjualan yang solid pada semester I-2026. Penjualan perseroan mencapai Rp8,1 triliun, meningkat 9,46% secara tahunan dari Rp7,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang oleh ekspansi bisnis distribusi, penambahan prinsipal baru, penguatan produk sendiri, serta peningkatan kontribusi kanal digital.

        Investor Relations Medela Potentia Harris Lesmana mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan pada semester I-2026 berasal dari sejumlah pendorong yang saling melengkapi.

        “Pertumbuhan kinerja semester I-2026 ditopang oleh beberapa driver yang saling melengkapi,” ujar Harris dalam Public Expose Live, Selasa (8/9/2026).

        Salah satu penopang utama berasal dari bisnis distribusi yang dijalankan anak usaha, PT Anugrah Argon Medica (AAM). Hingga semester I-2026, AAM menambah lima prinsipal baru yang mencakup produk ethical, consumer health, hingga alat kesehatan.

        Penambahan prinsipal tersebut memperluas portofolio produk sekaligus membuka peluang pertumbuhan penjualan melalui jaringan distribusi yang dimiliki perseroan.

        Selain bisnis distribusi, Medela Potentia terus memperkuat penjualan produk sendiri. Penjualan merek Stardec yang dipasarkan melalui PT Djembatan Dua tumbuh 34%.

        Pertumbuhan tersebut didorong oleh peluncuran produk baru, yakni Stardec DecaCare 5 Liter dan Stardec DecaFoam, serta perluasan pasar ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste.

        Kanal digital juga semakin berperan dalam mendorong transaksi. Platform B2B GPOS mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 20%, sementara cakupan layanannya bertambah 15%.

        Untuk menjaga ketersediaan produk, perseroan turut memanfaatkan teknologi AI Forecast dalam pengelolaan persediaan. Penerapan teknologi tersebut berhasil menekan tingkat produk yang mengalami kekosongan stok atau out-of-stock menjadi di bawah 2%.

        Pengembangan Ekosistem Bisnis

        Direktur Utama Medela Potentia Juliwaty mengatakan pengembangan ekosistem bisnis menjadi salah satu strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan penjualan dalam jangka panjang.

        Menurutnya, integrasi bisnis distribusi, alat kesehatan, manufaktur, hingga platform digital memungkinkan perseroan memperluas jangkauan pelanggan sekaligus menawarkan solusi yang lebih terintegrasi.

        Untuk mendukung ekspansi penjualan dan distribusi, Medela Potentia juga memperkuat kapasitas logistik. Perseroan tengah membangun gudang AAM di Medan yang hingga saat ini telah mencapai progres 95%.

        Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026 dan diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi perseroan di wilayah Sumatera.

        Ekspansi kapasitas distribusi juga dipersiapkan melalui pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 yang akan dilengkapi fasilitas cold storage. Pusat distribusi tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektar di Kawasan Industri Jababeka 2 dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.

        Pertumbuhan penjualan turut berdampak positif terhadap profitabilitas perseroan. Laba kotor MDLA pada semester I-2026 meningkat 6,8% menjadi Rp762 miliar, sementara EBITDA tumbuh 11,2% menjadi Rp325 miliar.

        Baca Juga: RELI Bidik Pendapatan Rp62,86 Miliar dan Laba Rp24 Miliar pada 2026

        Baca Juga: VTNY Catat Pendapatan Rp105,8 Miliar di Semester I-2026

        Baca Juga: Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit

        Laba bersih perseroan pun meningkat 11,68% menjadi Rp220 miliar dari Rp197 miliar pada semester I-2025.

        Di sisi lain, Medela Potentia tetap menjalankan sejumlah inisiatif keberlanjutan. Perseroan telah memasang panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di fasilitas AAM Tangerang.

        Perseroan juga telah mengoperasikan 107 kendaraan listrik yang tersebar di 13 kota serta menjalankan program Argon Peduli.

        Meski kinerja operasional tumbuh, pergerakan saham MDLA belum sepenuhnya mengikuti fundamental perseroan. Pada perdagangan Selasa (8/9), saham MDLA ditutup stagnan di level Rp208 per saham.

        Dalam sebulan terakhir, saham MDLA terkoreksi 0,95%. Sementara sejak awal 2026, saham perseroan telah turun 21,21%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: