Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

VTNY Catat Pendapatan Rp105,8 Miliar di Semester I-2026

VTNY Catat Pendapatan Rp105,8 Miliar di Semester I-2026 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Venteny Fortuna Internasional Tbk (VTNJ) membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026. Perseroan mencatat pendapatan bersih Rp105,8 miliar, naik 1,77% dibandingkan Rp104 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Group Chief Financial Officer (CFO) VTNJ Kaleb Soleiman mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang penguatan bisnis, pengembangan produk baru, serta meningkatnya permintaan terhadap layanan finansial perseroan.

“Sepanjang semester pertama 2026, perseroan telah berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif, sejalan dengan strategi penguatan bisnis dan optimalisasi kinerja untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Kaleb dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).

Salah satu produk yang mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan adalah Payroll Advanced Service. Sementara itu, segmen B2B Financial Service membukukan pendapatan Rp60,9 miliar, tumbuh 8,12% dari Rp56,3 miliar pada semester I 2025.

Menurut Kaleb, penguatan bisnis B2B menjadi bagian penting dari strategi VTNJ untuk memperluas ekosistem layanan keuangan bagi pelaku usaha. Perseroan juga terus mengembangkan produk dan kapabilitas digital guna menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar sekaligus memperluas basis pengguna.

Dari sisi profitabilitas, gross profit VTNJ tumbuh 4,4% pada semester I 2026. Namun, laba bersih perseroan turun 25,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: HDFA Berbalik Laba Rp1,53 Miliar, Sebelumnya Rugi Rp82 Miliar

Baca Juga: Catatkan Penjualan Rp8,2 Triliun, Laba Bersih MDLA Tumbuh 12,6% di Semester I 2026

Bidik Pertumbuhan 5%-8%

Memasuki kuartal III-2026, VTNJ tetap optimistis terhadap prospek bisnis meski manajemen tidak menargetkan ekspansi secara agresif. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan sekitar 5%-8% dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi.

“Bila kita melihat secara kondisi makroekonomi, kita tetap optimis bertumbuh, tetapi tidak besar-besaran. Kami mematokkan pertumbuhan kurang lebih 5 sampai 8 persen untuk kuartal ke-3,” kata Kaleb.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, VTNJ akan mengembangkan produk dengan margin lebih tinggi, memperkuat layanan B2B dan B2B2E, serta meningkatkan pengelolaan risiko untuk menjaga kualitas aset.

Perseroan juga memperluas kerja sama dengan mitra dan komunitas bisnis untuk membuka akses ke klien baru dan meningkatkan penetrasi di segmen korporasi.

Dari sisi pendanaan, sekitar 27% sumber pendanaan VTNJ berasal dari luar negeri, terutama Jepang, sementara 23% berasal dari domestik.

Terkait aksi korporasi, manajemen menyatakan hingga saat ini belum terdapat rencana maupun keterbukaan informasi resmi mengenai aksi korporasi berbasis ekuitas, seperti rights issue, private placement, maupun buyback saham.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan