Kredit Foto: BEI
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp398,1 miliar pada tahun buku 2025, didorong penguatan distribusi, ekspansi bisnis, serta kinerja lini digital dan alat kesehatan.
Pendapatan perseroan sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp14,89 triliun, mencerminkan kinerja operasional yang tetap solid di tengah dinamika industri kesehatan nasional.
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Krestijanto Pandji menyatakan pertumbuhan laba tersebut menjadi indikator stabilitas fundamental bisnis perseroan.
“Pertumbuhan laba bersih dua digit menjadi salah satu indikator positif kinerja Perseroan sepanjang tahun 2025. Ke depan, Perseroan akan tetap fokus menjaga stabilitas pertumbuhan melalui penguatan infrastruktur logistik dan optimalisasi portofolio bisnis,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Sepanjang tahun berjalan, perseroan memperkuat portofolio bisnis dengan menambah delapan prinsipal baru yang terdiri dari produk obat resep, consumer health, serta alat kesehatan. Diversifikasi ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing di industri distribusi kesehatan.
Di sisi infrastruktur, perseroan mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas 13.525 pallet di kawasan industri Jababeka II, Cikarang. Selain itu, perseroan juga mengakuisisi lahan seluas 2,7 hektare untuk pengembangan NDC 2 guna memperkuat kapasitas logistik.
Perseroan juga memperluas jaringan distribusi dengan pembangunan gudang dan kantor cabang di Medan yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Dari lini alat kesehatan, anak usaha PT Deca Metric Medica mulai menembus pasar ekspor dengan pengiriman produk ke Kamboja dan Timor Leste sejak Agustus 2025. Sementara itu, PT Djembatan Dua mencatat pertumbuhan penjualan hingga 50 persen melalui penguatan produk own brand.
Di segmen digital, platform GoApotik mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 32 persen dengan peningkatan transaksi pelanggan sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Siloam (SILO) Catat Pendapatan Rp9,95 Triliun pada 2025, Laba Tumbuh 22,5%
Baca Juga: Penjualan CLEO Naik Jadi Rp2,82 Triliun di 2025, tapi Laba Terpangkas 17,9%
Baca Juga: Emiten Hapsoro (RAJA) Kantongi Laba USD27,24 Juta di 2025, Naik Minimalis
Selain kinerja bisnis, perseroan juga memperkuat implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG), antara lain melalui program sosial yang menjangkau 23.488 penerima manfaat sepanjang 2025.
Perseroan juga mulai mengimplementasikan kendaraan operasional berbasis motor listrik di 15 cabang di 13 kota dengan total 106 unit sebagai bagian dari efisiensi energi dan pengurangan emisi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement