Kredit Foto: Istimewa
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menargetkan proses restrukturisasi dengan para kreditur dapat rampung pada semester II 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur keuangan perseroan, menekan beban bunga, serta memberikan ruang yang lebih longgar bagi arus kas.
Direktur Human Capital dan Legal Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, proses restrukturisasi saat ini telah memasuki tahap akhir pembahasan bersama para kreditur.
“Nilai dan skema restrukturisasi saat ini memasuki tahap akhir pembahasan dengan para kreditur dan akan disampaikan setelah terdapat kesepakatan dengan para pihak,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Sebagai bagian dari proses tersebut, ADHI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 September 2026. Rapat tersebut akan membahas sejumlah agenda, termasuk permohonan perubahan jatuh tempo obligasi, perubahan tingkat bunga obligasi, serta pengesampingan atas tidak terpenuhinya kewajiban pembayaran bunga ke-17.
Perseroan akan terus berkoordinasi dengan wali amanat dan para pemegang obligasi hingga tercapai kesepakatan mengenai skema restrukturisasi.
Manajemen berharap restrukturisasi dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan. Salah satu skema yang disiapkan yakni memperpanjang tenor utang perbankan sekaligus menyesuaikan skema bunga agar lebih ringan dan sesuai dengan kemampuan arus kas perusahaan.
Dengan skema tersebut, ADHI menargetkan beban bunga atau financing charges dapat turun secara substansial. Penurunan beban bunga diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi arus kas untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan.
“Fokus dari restrukturisasi ini adalah penyelesaian proyek berjalan terlebih dahulu dan memperkuat fondasi permodalan keuangan perusahaan, serta meningkatkan kapasitas pembayaran kewajiban ke depannya,” kata dia.
Baca Juga: ADHI Masih Tunggu Danantara Terkait Dana Penyelesaian LRT City
Baca Juga: Kerap Bermasalah, Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha
Baca Juga: ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Rp8,3 Triliun hingga Juli 2026, Naik 118%
Selain restrukturisasi keuangan, ADHI juga menjalankan transformasi bisnis, inisiatif inorganik, serta pendampingan pemegang saham sebagai bagian dari upaya penyehatan perseroan.
Hingga Agustus 2026, ADHI tercatat mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar di sejumlah sektor, mulai dari infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, hingga industri.
Restrukturisasi menjadi salah satu langkah penting bagi ADHI di tengah kondisi industri konstruksi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Dengan struktur utang yang lebih sehat dan beban bunga yang lebih rendah, perseroan berharap memiliki ruang arus kas yang lebih memadai untuk menyelesaikan proyek berjalan sekaligus memperkuat kondisi keuangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan