Purbaya Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu, Singgung Prinsip Orang yang Tepat di Posisi yang Tepat
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalami perubahan posisi sepanjang 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi agar jabatan diisi orang yang sesuai dengan kebutuhan.
Purbaya mengungkapkan sekitar 50 pejabat Eselon II telah mengalami perubahan. Selain itu, terdapat sekitar 350 pejabat Eselon III yang juga masuk dalam rangkaian perombakan tersebut.
Perubahan itu mencakup berbagai bentuk, mulai dari rotasi, mutasi, promosi hingga pengisian jabatan di sejumlah unit Kemenkeu. Purbaya menilai dinamika tersebut merupakan bagian yang wajar dalam menjaga organisasi tetap sehat.
"Kita perlu melakukan penyegaran, kita perlu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang baik untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar," tegas Purbaya dalam arahannya setelah melantik ratusan pejabat Eselon II dan III di Kemenkeu, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (11/9/2026).
Menurut Purbaya, penyegaran organisasi dibutuhkan agar pejabat yang memiliki kapasitas dapat memperoleh tanggung jawab lebih besar. Pada saat yang sama, posisi strategis harus diisi orang yang mampu menghadapi tantangan yang sedang dihadapi kementerian.
"Kita juga perlu menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, sesuai dengan tantangan yang kita hadapi," ujarnya.
Purbaya menjelaskan perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada satu unit tertentu. Perombakan mencakup jabatan fungsional di lingkungan direktorat jenderal hingga Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah Kemenkeu, termasuk jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV).
"Jadi cukup banyak. Ini kan biasa reorientasi lah, setahun sekali seperti itu, ada yang mutasi. Memang jamannya sekarang, jadi ini bukan hal yang khusus, memang seperti itu," terang Purbaya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perombakan pejabat yang dilakukan Kemenkeu diposisikan sebagai bagian dari proses reorientasi organisasi. Purbaya tidak menggambarkan perubahan tersebut sebagai langkah luar biasa, melainkan bagian dari dinamika birokrasi yang dilakukan secara berkala.
Dalam proses pengisian jabatan, Purbaya mengatakan calon pejabat tidak ditentukan hanya berdasarkan keputusan satu pihak. Ada tim yang mengusulkan nama calon, kemudian Sekretaris Jenderal Kemenkeu melakukan penilaian terhadap kandidat yang diajukan.
Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan penempatan pejabat sesuai kebutuhan organisasi. Purbaya menekankan bahwa integritas tetap menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses tersebut.
"Yang jelas kita harus, pertama menjaga integritas," kata Purbaya.
Baca Juga: Gaji Manajer Kopdes Ambil dari APBN Dulu, Purbaya: Gak Besar Amat, Pasti Untung
Penegasan soal integritas tersebut disampaikan bersamaan dengan munculnya rumor di media sosial mengenai dugaan jual-beli jabatan di Kemenkeu. Purbaya membantah rumor yang menyebut dirinya mengumpulkan uang Rp100 miliar untuk posisi tertentu dan mengaku bingung dengan sumber isu tersebut.
"Katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp 100 miliar untuk posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar," ungkapnya.
Terlepas dari rumor tersebut, Purbaya menegaskan bahwa agenda rotasi, mutasi dan promosi tetap diarahkan untuk kebutuhan organisasi. Ia ingin setiap posisi diisi pejabat yang memiliki kemampuan sekaligus integritas untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Perubahan ratusan pejabat tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari upaya Kemenkeu melakukan penyesuaian internal. Purbaya menyebut proses tersebut sebagai reorientasi yang diperlukan agar struktur organisasi tetap berjalan sesuai tantangan dan kebutuhan kementerian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: