Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        352 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Heran SPPG Bermasalah Terulang Lagi

        352 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Heran SPPG Bermasalah Terulang Lagi Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Chaniago mengaku heran karena Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menutup cukup banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak memenuhi persyaratan.

        "Kok terjadi lagi ya, padahal sudah cukup banyak yang di-suspend terkait dengan SPPG yang tidak sesuai persyaratan seperti Laik Higiene dan IPAL," kata Irma kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

        Irma menilai pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG di dapur tersebut tidak bertanggung jawab. Dia meminta sumber daya manusia (SDM) BGN yang bertugas di SPPG tersebut segera diganti.

        "SDM dari BGN yang ada di SPPG tersebut harus diganti, karena tidak bertanggung jawab. Harusnya makanan yang bermasalah tidak bisa keluar dari dapur jika mereka bekerja dengan baik," kata dia.

        Para siswa diketahui mengalami sejumlah keluhan, seperti muntah-muntah dan pusing, yang diduga muncul setelah mengonsumsi MBG. Dilansir detikBali, Jumat (11/9), Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan para korban telah mendapatkan penanganan.

        Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan pihaknya masih mengecek kondisi para siswa yang dirawat di sejumlah puskesmas. Sebagian siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan bahkan dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.

        "Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman, Jumat (11/9).

        Sementara itu, Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani mengatakan SPPG yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa tersebut terancam terkena suspend atau dihentikan sementara. Satgas menegaskan penghentian sementara dapat diberlakukan sebagai bahan evaluasi atas dugaan keracunan tersebut.

        "Ya kalau melihat situasi otomatis suspend," kata Fathul saat ditemui di Kantor Gubernur NTB.

        Baca Juga: MBG Jadi Investasi SDM? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

        Jika dugaan tersebut terbukti, Fathul menyebut durasi penghentian sementara masih menunggu keputusan BGN. Menurutnya, langkah tersebut juga diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis para penerima manfaat agar tidak mengalami trauma mengonsumsi makanan MBG.

        "Cuma jangka waktunya (suspend) nanti menunggu keputusan BGN. Sebagai bahan evaluasi apalagi ini menimbulkan keracunan," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: