Era SBY Stabilitas Politik Terjaga dan Demokrasi Tetap Berfungsi, Kata Yenny Wahid
Kredit Foto: Partai Demokrat
Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menyoroti kembali perjalanan demokrasi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, salah satu capaian penting Partai Demokrat saat itu adalah mampu menjaga stabilitas politik tanpa mengorbankan demokrasi.
Yenny yang pernah menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik pada era SBY menilai stabilitas pemerintahan dan demokrasi dapat berjalan beriringan. Ia melihat prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia pasca-Reformasi.
"Di era pemerintahan Presiden SBY, stabilitas politik terjaga, tetapi demokrasi juga tetap berfungsi sebagaimana mestinya," kata Yenny dalam acara Demokrat belum lama ini.
Baca Juga: 10 Tahun Berkuasa, Jokowi Harus Mempertanggungjawabkan Kebijakannya dan Diadili, Kata BEM SI
"Disiplin dan komitmen terhadap demokrasi dijaga kuat. Tidak ada politisasi aparat dan netralitas instrumen negara tetap dijaga," sambung dia.
Menurut Yenny, komitmen tersebut salah satunya terlihat dari terjaganya netralitas instrumen negara. Aparat juga disebut tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis selama pemerintahan SBY.
Ia menilai kombinasi antara stabilitas politik dan penghormatan terhadap prinsip demokrasi menjadi hal penting karena Indonesia saat itu masih berada dalam proses transisi dan rekonsolidasi demokrasi setelah Reformasi.
Pemerintahan pada masa tersebut, kata Yenny, tidak hanya dituntut menjaga efektivitas dan stabilitas politik. Kekuasaan juga harus tetap dijalankan dalam koridor demokrasi sehingga proses konsolidasi dapat berlangsung dengan baik.
Baca Juga: Eks Hakim: Kenapa Roy Suryo Nggak Ditahan Sekalian Supaya Jangan Ngoceh Terus
Menariknya, Yenny menilai sejumlah praktik demokrasi pada era SBY yang dahulu mungkin dianggap sebagai sesuatu yang biasa kini justru semakin terasa nilainya. Hal itu terlihat ketika praktik tersebut dibandingkan dengan perjalanan demokrasi Indonesia saat ini.
Karena itu, Yenny mendorong Partai Demokrat untuk terus mempertahankan pilar-pilar demokrasi ke depan. Menurutnya, institusi negara harus bekerja secara profesional, ruang politik tetap terbuka, dan persaingan dalam memperebutkan kekuasaan berlangsung secara sehat.
"Legacy demokrasi, pada akhirnya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dijaga dan diteruskan," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: