Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi keterlibatan badan usaha dan swasta untuk mempercepat penataan jaringan kabel utilitas udara di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh jaringan kabel dapat dipindahkan ke bawah tanah secara bertahap dalam lima tahun.
Pramono mengatakan penataan kabel semrawut melalui program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) akan menjadi program menyeluruh yang dilakukan selama lima tahun. Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah dan Dinas Bina Marga dalam pelaksanaannya.
“Hal yang berkaitan dengan kabel, memang di tahap awal seperti yang kemarin kami sampaikan di Jalan Supomo, tetapi ini akan menjadi program yang menyeluruh selama 5 tahun untuk segera bisa menuntaskan," ujar Pramono di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Menurut Pramono, keterlibatan badan usaha maupun swasta diperlukan untuk mempercepat eksekusi program penataan jaringan utilitas tersebut. Opsi tersebut terbuka setelah Pemprov DKI memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu.
“Apalagi sekarang perdanya sudah ada, sehingga dengan demikian untuk penanganan kabel dimasukkan ke dalam itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Bina Marga, kami juga membuka opsi keterlibatan apa ya, badan usaha ataupun swasta untuk terlibat dalam hal itu," pungkasnya.
Program SJUT tersebut saat ini telah mulai berjalan di Jalan Prof. Dr. Supomo, Tebet, Jakarta Selatan. Penataan dilakukan dengan memindahkan jaringan utilitas dari ruang udara ke infrastruktur bawah tanah.
Baca Juga: Pemprov DKI Kucurkan Rp90 Miliar untuk Kubur Kabel ke Bawah Tanah
Baca Juga: Atasi Kabel Semrawut di Jakarta, Pramono Targetkan Semua Kabel Turun ke Bawah Tanah dalam 5 Tahun
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT sepanjang 16,9 kilometer.
“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar (per 16,9 km),” kata Heru.
Infrastruktur bawah tanah tersebut difokuskan pada kawasan arteri dan protokol yang memiliki kepadatan jaringan kabel udara. Pada tahap ini, pembangunan SJUT mencakup sejumlah ruas jalan di Jakarta.
“Panjangnya 16,9 kilometer. Dan itu lokasinya di MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet, Barito Raya, Matraman dan Jatinegara. Lokasinya di situ,” kata Heru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: