AI Masuk Industri Film, CapCut Bawa 10 Film Pendek Kreator Indonesia ke Layar Lebar Lewat AI Content Fest 2026
Kredit Foto: Istimewa
CapCut menggelar puncak AI Content Fest 2026, kompetisi dan festival film pendek berbasis kecerdasan buatan (AI) berskala nasional. Sebanyak 10 karya terpilih dari kreator berbagai daerah di Indonesia ditampilkan di CGV Grand Indonesia, Jakarta, melalui layar ScreenX.
Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival tersebut menjadi ruang bagi kreator untuk membawa cerita dan perspektif mereka ke layar lebar. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.
Head of Content Operations CapCut Indonesia Jessica Wowor mengatakan, AI Content Fest 2026 menjadi salah satu upaya untuk membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar. Program tersebut sekaligus membuka peluang agar karya lokal dapat dikenal lebih luas.
Sepuluh film yang ditampilkan mengangkat cerita mengenai Indonesia dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Para finalis memanfaatkan fitur penyuntingan berbasis AI dalam proses pengembangan karya mereka.
Pada acara puncak, karya para finalis mendapat penilaian dan tanggapan dari lima pelaku industri kreatif. Mereka adalah Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.
Selain pemutaran film, AI Content Fest 2026 memberikan penghargaan dalam delapan kategori. Penghargaan tersebut meliputi Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury's Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.
Pemanfaatan AI dalam industri kreatif turut menjadi pembahasan dalam diskusi yang menghadirkan Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita.
Lukman Sardi melihat teknologi dapat membantu aktor dalam mempersiapkan dan mengeksplorasi karakter. Sementara itu, Mouly Surya menilai AI dapat digunakan sejak tahap pengembangan hingga produksi. Gustav Anandhita menilai teknologi tersebut memberikan ruang lebih besar bagi kreator untuk melakukan eksperimen.
Ketiganya melihat AI sebagai alat pendukung dalam proses kreatif. Teknologi dapat membantu memperluas eksplorasi dan meningkatkan efisiensi, sementara arah kreatif, perasaan, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
Pemanfaatan AI juga ditampilkan melalui kolaborasi CapCut dengan musisi Raim Laode. Keduanya membuat video musik berbasis AI untuk single terbaru Raim Laode berjudul “Dunia Yang Nanti”. Video musik tersebut diputar dalam rangkaian acara puncak AI Content Fest 2026.
Di sisi produk, CapCut menyatakan terus mengembangkan layanan penyuntingan video terpadu untuk berbagai kebutuhan kreasi. Sejumlah fitur yang tersedia antara lain trimming, transitions, keyframes, filters and effects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, dan audio enhancement.
Baca Juga: Industri Konten Kreator Makin Berkembang, Hollyland Bawa Lima Produk Baru ke Indonesia
CapCut juga menyediakan fitur berbasis AI yang dapat digunakan untuk membantu pengembangan ide, storyboard, eksplorasi visual, produksi, hingga penyempurnaan hasil akhir.
Selain pengembangan produk, CapCut membuka ruang bagi talenta kreatif Indonesia melalui sejumlah inisiatif, seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP).
Program-program tersebut ditujukan untuk membantu kreator mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi perangkat kreatif, mendapatkan apresiasi, serta memperluas jangkauan karya mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: