Lamine Yamal Berani Klaim Lebih Hebat dari Messi-Ronaldo di Usia 19
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Lamine Yamal berani membuat perbandingan besar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang selama ini dianggap sebagai dua standar tertinggi sepak bola modern. Bintang Barcelona itu merasa belum ada pemain lain yang mampu mengoleksi pencapaian sebanyak dirinya di usia yang sama, kecuali legenda Brasil, Pele.
"Sudah ada banyak pemain hebat seperti Messi, Cristiano, dan Maradona. Tapi saya rasa belum pernah ada pemain yang meraih banyak trofi bergengsi di usia sangat muda. Memang ada Pele, tapi untuk saat ini rasanya tidak ada," ujar Yamal kepada Movistar.
Pernyataan tersebut langsung menempatkan Yamal dalam perdebatan yang selama bertahun-tahun hanya diisi nama-nama besar seperti Messi dan Ronaldo.
Kepercayaan diri Yamal tentu punya dasar karena lemari trofinya memang sudah penuh meski usianya baru 19 tahun. Bersama Barcelona, dia telah memenangkan tiga gelar LaLiga, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol.
Prestasi Yamal tidak berhenti di level klub karena dia juga sudah merasakan sukses besar bersama Timnas Spanyol. Dia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Euro 2024 dan kemudian kembali mengangkat trofi setelah Spanyol memenangkan Piala Dunia 2026.
Jika seluruh pencapaian utama tersebut dihitung, Yamal sudah mengoleksi delapan trofi bersama Barcelona dan Spanyol pada usia 19 tahun. Angka itu membuat perbandingan dengan Messi dan Ronaldo semakin menarik karena keduanya menempuh perjalanan berbeda ketika masih berada di usia yang sama.
Ronaldo, misalnya, masih berada dalam fase awal karier ketika berusia 19 tahun. Saat itu pemain Portugal tersebut sedang berkembang sebagai pemain muda Manchester United setelah sebelumnya membawa Sporting CP meraih Supertaça Cândido de Oliveira dan kemudian membantu Setan Merah memenangkan Piala FA 2004.
Messi memiliki pencapaian yang lebih banyak dibanding Ronaldo ketika berada di usia tersebut karena sudah menjadi bagian penting Barcelona. Sang megabintang Argentina telah meraih sejumlah gelar bersama Blaugrana, termasuk LaLiga, Liga Champions, dan Piala Super Spanyol, serta pernah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia U-20.
Namun, konteks perbandingan itu tetap berbeda karena Messi dan Ronaldo berkembang pada era, kompetisi, serta situasi tim yang tidak sama dengan Yamal. Karena itu, pernyataan Yamal lebih tepat dipahami sebagai penegasan betapa cepatnya kariernya melesat, bukan klaim bahwa dia sudah melampaui warisan dua legenda tersebut.
Baca Juga: Ronaldo Ketahuan Intip Taktik Al Ittihad, Al Nassr Tetap Kalah dan Malah Diledek
Yamal sendiri tampaknya sadar bahwa pencapaian awal bukan alasan untuk berhenti bekerja. Dia justru menolak anggapan bahwa dirinya akan mulai santai setelah memenangkan begitu banyak gelar dalam usia yang sangat muda.
"Orang-orang punya pikiran (Yamal angkuh) karena saya sudah meraih gelar, apakah saya akan mencoba santai sesekali? Tidak. Saya tahu saya bisa melakukan banyak hal agar dikenang dalam sejarah," sambungnya.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa keberanian Yamal membandingkan dirinya dengan Messi dan Ronaldo juga dibarengi ambisi untuk terus menambah pencapaian.
Yamal memang sudah mendapatkan pengakuan individu sejak masih sangat muda. Dia memenangkan Kopa Trophy pada 2024 dan 2025 serta Golden Boy 2024, sebelum kini masuk dalam daftar kandidat Ballon d'Or 2026.
Meski begitu, perjalanan Yamal masih jauh dari selesai jika ingin benar-benar disejajarkan dengan Messi dan Ronaldo dalam konteks karier secara keseluruhan. Ronaldo telah mengoleksi lima Ballon d'Or dan menorehkan ratusan gol sepanjang kariernya, sementara Messi memiliki delapan Ballon d'Or dan sederet gelar mayor yang membuat keduanya menjadi legenda.
Justru di situlah letak menariknya pernyataan Yamal. Dia tidak sedang mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki karier sebesar Messi atau Ronaldo, tetapi menunjukkan bahwa fondasi kariernya pada usia 19 tahun sudah sangat berbeda dari mayoritas pemain yang pernah mencapai level tertinggi sepak bola.
Kini tantangan Yamal adalah mempertahankan laju tersebut ketika tekanan dan ekspektasi semakin besar. Jika mampu terus memenangkan trofi dan menjaga performanya, klaim berani yang dia lontarkan soal Messi dan Ronaldo hari ini bisa saja menjadi awal dari perjalanan panjang menuju status legenda sepak bola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: