Kredit Foto: Ist
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berujung ditangkapnya Ketua DPP Partai Golkar, Fahd Arafiq, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi Hak Guna Bangunan (HGB) Bogor memicu reaksi keras dari internal partai.
Golkar secara terbuka menyatakan kekecewaan dan kemarahan atas tindakan berulang kader elite-nya tersebut.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan bahwa insiden ini sangat disayangkan, mengingat partai selalu memberikan instruksi ketat agar seluruh jajaran menghindari praktik pelanggaran hukum.
"Tentu kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa tertangkapnya Saudara Fahd. Sebagai sebuah partai, kami selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan praktik-praktik pelanggaran hukum, tindak pidana, apalagi korupsi," tegas Doli dalam keterangan resminya.
Kekecewaan Golkar semakin memuncak karena ini bukanlah kasus korupsi pertama yang menjerat Fahd A Rafiq. Doli menilai, hukuman masa lalu seharusnya menjadi titik tolak untuk bertaubat, bukan justru diulangi.
"Terhadap Saudara Fahd, saya kira setelah dua kali terjerat kasus pidana korupsi, seharusnya membuat yang bersangkutan jera, melakukan introspeksi, dan bertaubat. Tapi ternyata malah sebaliknya," sesal Doli.
Sebelumnya, Golkar mengambil kebijakan afirmatif dengan tetap memberikan ruang bagi Fahd di kepengurusan partai. Keputusan tersebut didasari itikad baik untuk memberi kesempatan kedua bagi kader yang dianggap telah gentleman menebus kesalahannya di mata hukum.
Namun, kepercayaan tersebut kini runtuh. Doli tidak menampik bahwa Fahd memang memiliki rekam jejak kontribusi terhadap perkembangan partai. Sayangnya, hal tersebut ternoda oleh perilaku pribadi yang mengabaikan muruah partai.
"Yang bersangkutan tidak sadar bahwa di pundaknya ada nama besar Partai Golkar yang harus dijaga. Tentu kami sebagai keluarga besar Partai Golkar sangat kecewa dan marah. Kejadian ini akan menjadi catatan evaluasi dan koreksi kami ke depan," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Doli memastikan bahwa Partai Golkar tidak akan menghalangi proses peradilan. Partai berlambang pohon beringin ini berkomitmen penuh terhadap agenda pemberantasan korupsi di tanah air.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat