Bukan Sekadar Urusan Kepatuhan, Pos Properti Dorong GRC Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
Kredit Foto: Istimewa
Bisnis properti yang semakin beragam membuat perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan strategi ekspansi. Di tengah pengembangan berbagai lini usaha, pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan atau Governance, Risk, and Compliance (GRC) menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan berjalan dengan risiko yang terukur.
Kondisi tersebut turut dihadapi PT Pos Properti Indonesia (Pospro) yang dalam perjalanannya berkembang dari perusahaan pengelola aset menjadi perusahaan yang menjalankan beragam aktivitas bisnis properti.
Direktur Pos Properti Indonesia, Nina Risnasari, mengatakan GRC di perusahaan tidak lagi ditempatkan semata sebagai instrumen untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan beradaptasi terhadap perubahan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
"Bagi kami, GRC bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko,” ujar Nina dalam presentasinya secara daring dari Jakarta, dikutip Rabu (16/9/2026).
Dalam presentasinya, Nina turut memaparkan perjalanan pengembangan GRC Pos Properti, mulai dari pembangunan fondasi tata kelola, integrasi manajemen risiko dan kepatuhan, penguatan pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, pembangunan budaya sadar risiko, hingga penyusunan roadmap peningkatan kematangan (maturity) GRC ke depan.
Menurutnya, keberagaman profil bisnis perusahaan turut menuntut pendekatan GRC yang mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik masing-masing lini usaha.
Profil dan Transformasi Perusahaan
Pada kesempatan yang sama, Nina turut memperkenalkan profil Pos Properti sebagai anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) yang berdiri sejak 31 Desember 2013. Ia menjelaskan bahwa selama hampir 13 tahun beroperasi, peran perusahaan terus berkembang, dari semula berfokus pada pengelola properti menjadi mitra strategis dalam pengembangan properti dan penciptaan nilai dari kawasan yang dikelola Pos Properti.
Transformasi ini dilakukan dengan mengintegrasikan pengelolaan kawasan, pengembangan properti, dan berbagai solusi inovatif, sehingga kawasan yang dikelola Pos Properti tidak hanya terjaga dengan baik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk maupun Perusahaan-perusahaan dalam grup.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai fasilitas dan properti yang ditampilkan dalam materi presentasi, mulai dari gedung perkantoran, ruang komersial, fasilitas layanan, hingga kawasan properti yang mendukung aktivitas bisnis dan pelayanan publik. Nina menambahkan, seiring meningkatnya kompleksitas bisnis dan pengelolaan kawasan, penerapan GRC menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Portofolio Bisnis Pos Properti
Bisnis Pos Properti mencakup pengelolaan aset hingga pengembangan hunian, dengan lima lini usaha yang masing-masing memiliki karakter risiko tersendiri, menurut penjelasan Nina. Di sisi pengelolaan aset, perusahaan menjalankan Building Operation berupa pemeliharaan dan perawatan fasilitas kantor, serta Commercial Leasing yang mengubah kawasan menjadi peluang sewa komersial secara fleksibel mengikuti permintaan pasar.
Di lini yang lebih berorientasi konsumen, Pos Properti menghadirkan Hospitality Business dengan mengubah sejumlah kawasan menjadi fasilitas co-living, creative hub seperti Pos Bloc, hingga hotel berskala kecil.
Baca Juga: Pos Properti Bawa 5 Proyek ke Danantara Housing Expo 2026
Baca Juga: Pengguna SPKLU Pos Properti Tembus 2.000 dalam Sebulan
Sementara itu, Real Estate Development menjadi lini pengembangan properti residensial perusahaan, dengan Point Regencia di Ciparay dan Point Residence di Cikarang sebagai proyek yang sudah berjalan, ditambah dua proyek baru yang bersiap dimulai tahun ini.
Melengkapi keempat lini tersebut, Construction Services menopang kebutuhan perencanaan arsitektur, desain interior, hingga pelaksanaan konstruksi secara menyeluruh, bekerja sama dengan berbagai kolaborator untuk menghadirkan fasilitas yang lebih produktif dan fungsional sesuai dengan kebutuhan calon mitra.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: