Trump Geram! Perintahkan The Fed Segera Turun Suku Bunga AS ke 1%
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga secara agresif setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%.
Trump menyampaikan desakan tersebut melalui media sosial Truth Social pada Rabu (16/9/2026). Ia menilai suku bunga Amerika Serikat seharusnya berada di level 1% atau lebih rendah.
“Suku bunga di Amerika Serikat seharusnya 1% atau lebih rendah karena kita adalah negara dengan kualitas kredit terbaik di dunia—jauh yang terbaik,” tulis Trump.
“Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan lakukan dengan cepat!” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi kritik Trump yang paling langsung terhadap kebijakan moneter The Fed sejak Kevin Warshmengambil alih kepemimpinan bank sentral AS dari Jerome Powell.
Meski mengkritik keputusan The Fed, Trump mengatakan dirinya masih memiliki kepercayaan terhadap Warsh yang dipilihnya pada awal 2026 untuk menggantikan Powell.
Trump juga mengaku telah berbicara dengan Warsh terkait keputusan kenaikan suku bunga tersebut. Namun, Warsh tidak mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan Trump.
Menurut Trump, dirinya mengatakan kepada Warsh bahwa kepala The Fed tersebut sebaiknya mengikuti keputusan dewan karena menurutnya dewan bank sentral bersikap politis dan mengambil keputusan yang keliru.
“Saya mengatakan kepada Kevin, Anda mungkin sebaiknya ikut memilih bersama dewan karena hal itu tidak akan berpengaruh. Dewan sangat bermusuhan. Mereka sangat politis. Mereka melakukan hal yang salah,” ujar Trump.
Warsh sebelumnya berkomitmen menjaga independensi The Fed dalam menetapkan kebijakan moneter. Di sisi lain, ia menyatakan akan meningkatkan koordinasi dengan Gedung Putih dalam sejumlah persoalan di luar kebijakan moneter.
The Fed Naikkan Bunga, Inflasi Jadi Alasan
Tekanan Trump muncul tidak lama setelah para pembuat kebijakan The Fed secara bulat menyetujui kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%.
Kenaikan pada September 2026 tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023, setelah bank sentral AS melewati periode pengetatan dan kemudian pelonggaran kebijakan moneter sebelum kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
Warsh menyebut keputusan tersebut sebagai keputusan yang serius dan bertanggung jawab. Ia mengatakan data inflasi selama musim panas belum menunjukkan perbaikan terhadap tren inflasi yang mendasarinya.
“Fakta sederhananya adalah inflasi masih terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama,” ujar Warsh.
Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan ruang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir 2026. Sementara itu, dua pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga bertahan pada level saat ini.
Warsh tidak memberikan proyeksi suku bunga karena tetap menolak memberikan panduan ke depan mengenai arah kebijakan moneter.
Baca Juga: Di Bawah Kevin Warsh The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali Sejak 2023
Baca Juga: The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Sinyal Kenaikan Masih Menguat
Dalam unggahannya, Trump juga mengaitkan defisit perdagangan Amerika Serikat dengan biaya pinjaman yang ditetapkan bank sentral.
Sebelumnya, Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap AS apabila The Fed tidak menurunkan suku bunga.
“Kata ‘defisit’ tidak lebih dari istilah mewah untuk kerugian. Kita menanggung hampir setiap negara di dunia, dan hal itu tidak bisa terus berlangsung,” tulis Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: