Trump Buka Pintu Negosiasi, Iran Justru Mengancam: Tidak Ada Pembicaraan!
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Iran menolak melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Penolakan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk kembali bernegosiasi dengan Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menilai pernyataan Trump mengenai negosiasi justru membingungkan. "Jangan teralihkan oleh sinyal campur aduk presiden AS -- dari 'tidak ada negosiasi' hingga 'kami siap untuk berbicara'," tulis Rezaei di media sosial X, dilansir AFP, Selasa (15/9/2026).
Rezaei menegaskan Iran tidak akan membuka pembicaraan sebelum tuntutan negaranya dipenuhi. "Pertaruhan seputar minyak dan selat telah berubah. Pengendalian kerusakan tidak akan menghentikan apa yang akan datang. Tidak ada pembicaraan sampai syarat-syarat Iran terpenuhi. Titik!" tegasnya.
Sikap tersebut muncul setelah Trump pada Senin (14/9) waktu setempat menyatakan dirinya terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran. Pernyataan itu menjadi perubahan sikap setelah selama berminggu-minggu Trump mengatakan masih terlalu dini untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri perang.
Baca Juga: Dulu Dilarang, Kini Trump Persilakan China Bikin Mobil di AS dengan Syarat
"Negara Iran yang sedang terpuruk ingin membuat kesepakatan, dengan cepat dan mendesak. Saya akan menentukan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak -- konsep yang terbuka bagi kami," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Iran sebelumnya telah berulang kali menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai syarat untuk mengakhiri perang dan blokade di Selat Hormuz. Tuntutan tersebut antara lain ganti rugi perang dan pencabutan sanksi terhadap Iran.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: