- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Jakarta Terancam Krisis Air, Pramono Siap Olah Air Laut Jadi Air Bersih Asal Giant Sea Wall Jalan
Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pengolahan air laut menjadi air bersih melalui teknologi desalinasi berkaitan erat dengan percepatan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Menurut Pramono, keberadaan Giant Sea Wall akan menyediakan area penampungan air yang dapat menghasilkan suplai air payau maupun air tawar dalam volume besar. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.
“Untuk merubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah giant sea wall-nya segera dimulai,” ujar Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Pramono mengatakan setelah proyek tanggul laut tersebut berjalan, air yang tertampung dapat diolah lebih lanjut menjadi air bersih. Pemprov DKI, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PAM JAYA, menyatakan kesiapan untuk menjalankan proses pengolahan tersebut.
“Dan untuk di Jakarta itu memang kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan gampang, pemerintah DKI Jakarta melalui PAMJAYA kami siap untuk melakukan itu,” pungkas Pramono.
Baca Juga: Pramono Pastikan LRT Manggarai-Dukuh Atas Mulai Januari 2027
Baca Juga: Pramono Ungkap Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun hingga Juni 2026
Baca Juga: Proyek Rp4,1 Triliun Tuntas, LRT Jakarta Fase 1B Masih Tunggu Jadwal Operasional
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendorong Pemprov DKI mempertimbangkan teknologi desalinasi air laut dalam skala besar untuk menghadapi ancaman kemarau panjang dan potensi krisis air di Jakarta.
Suhud menilai teknologi tersebut dapat diperluas karena telah diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu. Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan teknologi pengolahan air laut untuk kebutuhan Jakarta.
“Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu itu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar," tutup Suhud.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri