Kredit Foto: Istimewa
Wacana Kaesang Pangarep masuk jajaran kabinet kembali mencuat. Namun, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memilih tidak berspekulasi mengenai kemungkinan putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo itu menjadi menteri.
Sikap tersebut disampaikan Budi Arie saat menjadi narasumber dalam siniar di kanal YouTube Hendri Satrio yang tayang pada 16 September 2026. Ia ditanya mengenai peluang Kaesang masuk kabinet, terutama jika sang kakak, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjabat sebagai wakil presiden pada Pilpres 2029.
Budi Arie tidak menjawab langsung soal peluang Kaesang mendapatkan posisi menteri. Ia justru mengarahkan pembicaraan pada dinamika politik menuju Pilpres 2029 yang menurutnya akan lebih berat dibandingkan kontestasi 2024.
"Gini lho, ini pandangan saya pribadi ya. Sekali lagi, tolong jangan dikriminalisasi. 2029 terus terang jalannya tidak semudah 2024," ujar Budi Arie.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat Pilpres 2029 berbeda adalah keberadaan petahana di posisi presiden dan wakil presiden yang masih memiliki hak konstitusional untuk kembali mencalonkan diri.
Meski tidak menjawab secara spesifik mengenai peluang Kaesang menjadi menteri, Budi Arie sebelumnya telah menyampaikan pandangannya mengenai pembagian peran politik Gibran dan Kaesang.
Ia menilai kedua putra Jokowi sebaiknya tidak sama-sama berada di rumpun eksekutif. Menurut Budi Arie, salah satu dapat menjalankan peran di eksekutif, sementara yang lainnya berada di legislatif.
"Cuma kan tidak bisa dua-duanya di eksekutif. Satunya legislatif lah. Memperkuat legislatif bagus juga," katanya.
Budi Arie mengaitkan pandangan tersebut dengan struktur kekuasaan dalam sistem demokrasi Indonesia yang terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Dengan demikian, ia memandang pembagian peran antara pemerintahan dan parlemen dapat menjadi salah satu cara menempatkan kiprah politik kedua putra Jokowi pada ruang yang berbeda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: