Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tarif Ragunan Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi Rp10 Ribu, Pramono: Segera Saya Putuskan

        Tarif Ragunan Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi Rp10 Ribu, Pramono: Segera Saya Putuskan Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa usulan kenaikan tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000 akan segera ditetapkan dalam waktu dekat. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mematangkan kajian penyesuaian tarif tersebut agar tetap terjangkau dan tidak membebani masyarakat.

        Sebagai informasi, tarif masuk TMR saat ini sebesar Rp4.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Artinya, kenaikan tarif mencapai 1,5 hingga Juli 2 kali lipat lebih dari sebelumnya.

        Pramono menyebutkan bahwa penyesuaian harga tiket ini sudah sangat diperlukan. Langkah tersebut diambil guna memperkuat kemampuan finansial pengelola dalam membiayai operasional, meremajakan fasilitas satwa, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di area wisata tersebut.

        “Ragunan ini kebun binatang di ibu kota dunia yang tarifnya paling rendah. Sehingga kami mempertimbangkan untuk penyesuaian, tetapi belum diputuskan. Saya segera akan memutuskan," ujar Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

        Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa biaya perawatan untuk flora, fauna, dan fasilitas penunjang di Ragunan cukup tinggi. Oleh karena itu, penyesuaian tarif menjadi jalan keluar yang rasional demi menjaga kelestarian dan kenyamanan tempat wisata milik Jakarta tersebut.

        “Meminta untuk itu karena harganya terlalu murah, sementara perawatan untuk hewan, fauna, flora, dan sebagainya juga cukup tinggi," pungkasnya.

        Baca Juga: Tiket Ragunan Bakal Naik Dua Kali Lipat Lebih? Ini Jawaban Pramono

        Baca Juga: Jakarta Terancam Krisis Air, Pramono Siap Olah Air Laut Jadi Air Bersih Asal Giant Sea Wall Jalan

        Sebelumnya, Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola TMR mendorong agar penyesuaian tarif tersebut segera diputuskan. Langkah itu dinilai diperlukan untuk mengurangi kesenjangan antara pendapatan dan kebutuhan operasional TMR.

        Pasalnya, pendapatan Taman Margasatwa Ragunan disebut hanya sekitar Rp30 miliar per tahun. Sementara itu, kebutuhan operasional selama 12 bulan mencapai sekitar Rp160 miliar.

        Artinya, terdapat kesenjangan sekitar Rp130 miliar antara pendapatan dan kebutuhan operasional TMR setiap tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan penyesuaian tarif masuk.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: