Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan usulan kenaikan tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000 belum final. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji penyesuaian tarif tersebut agar tidak membebani masyarakat.
Pramono mengatakan usulan kenaikan tarif telah diterima Pemprov DKI Jakarta. Namun, keputusan mengenai besaran tarif baru belum ditetapkan dan akan segera diputuskan.
“Tiket Ragunan segera akan saya putuskan, memang belum diputuskan. Tetapi usulan Rp 10 ribu itu ada, bahwasanya segera akan diputuskan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).
Saat ini, tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan ditetapkan Rp4.000 untuk orang dewasa. Usulan kenaikan tarif muncul seiring kebutuhan pengelola untuk memperkuat kemampuan finansial dalam membiayai operasional, peremajaan fasilitas satwa, serta peningkatan pelayanan publik.
Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola TMR sebelumnya mendorong agar penyesuaian tarif tersebut segera diputuskan. Langkah itu dinilai diperlukan untuk mengurangi kesenjangan antara pendapatan dan kebutuhan operasional TMR.
Baca Juga: Pramono Putuskan PJJ Jakarta Diperpanjang hingga 8 September, ASN Tetap Wajib Ngantor
Baca Juga: Pramono Ngamuk Pedagang Masker Mark Up Harga Hingga 10 Kali Lipat, Pemprov DKI Siap Bagikan Gratis
Baca Juga: Pramono Minta DBH Penuh, Purbaya: Emang Dia Bisa Neken Saya?
Pasalnya, pendapatan Taman Margasatwa Ragunan disebut hanya sekitar Rp30 miliar per tahun. Sementara itu, kebutuhan operasional selama 12 bulan mencapai sekitar Rp160 miliar.
Artinya, terdapat kesenjangan sekitar Rp130 miliar antara pendapatan dan kebutuhan operasional TMR setiap tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan penyesuaian tarif masuk.
Meski demikian, Pramono belum memastikan apakah tarif baru nantinya akan ditetapkan sebesar Rp10.000 seperti yang diusulkan. Pemprov DKI masih mematangkan kajian sebelum mengambil keputusan resmi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri