Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Astra Otoparts Bidik Akses Pasar Global Lewat Automechanika Jakarta

        Astra Otoparts Bidik Akses Pasar Global Lewat Automechanika Jakarta Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melihat Automechanika Jakarta 2026 sebagai peluang untuk membuka akses pasar global bagi perusahaan dan anggota grupnya.

        Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan jaringan global di tengah perkembangan industri komponen otomotif Indonesia.

        Hal ini sejalan dengan perjalanan Astra Otoparts yang tahun ini memasuki usia 50 tahun. Menurut Yusak, dinamika bisnis komponen di Indonesia membuat perusahaan perlu terus membuka akses ke pasar internasional.

        "Dengan perjalanan Astra Otoparts yang tadi dikatakan kami baru saja merayakan 50 tahun, memang kita melihat dinamika dari komponen business di Indonesia," ujar Yusak dalam konferensi pers persiapan Automechanika Jakarta 2026, Jumat (18/9/2026).

        Ia menilai Automechanika dapat menjadi platform bagi Astra Otoparts untuk memperluas jejaring bisnis ke pasar global. Kesempatan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan perusahaan-perusahaan yang berada di dalam grup Astra Otoparts.

        "Kami merasa bahwa Automechanika akan menjadi platform yang baik untuk kami memiliki akses global," katanya.

        Yusak berharap perusahaan-perusahaan di dalam grup Astra Otoparts juga dapat memanfaatkan pameran tersebut untuk membuka koneksi dengan pelaku industri dari berbagai negara.

        "Kami berharap Astra Otoparts Group dengan seluruh member dalam perusahaan dan di grup ini juga punya kesempatan untuk mendapat akses global melalui event Automechanika Jakarta," ujar Yusak.

        Automechanika Jakarta 2026 akan diikuti 339 perusahaan dari 15 negara dan wilayah. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga sejumlah negara seperti China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

        Selain mempertemukan pelaku industri komponen, pameran tersebut juga menyiapkan program kolaborasi rantai pasok yang mempertemukan manufaktur lokal dengan calon buyer dan mitra dari luar negeri.

        Menurut Astra Otoparts, forum tersebut membuka peluang bagi pemain komponen Indonesia untuk terhubung dengan pasar internasional, sekaligus mengikuti perubahan teknologi di industri otomotif.

        Yusak mengatakan industri komponen Indonesia memiliki pasar yang besar, baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih beroperasi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu potensi bagi bisnis komponen di dalam negeri.

        "Indonesia itu baik 2 wheelers dan 4 wheelers, number of unit in operation, I think we are the biggest in Southeast Asia," kata Yusak.

        Baca Juga: Kemenperin Bidik Generasi Muda untuk Jadi Penggerak Industri Masa Depan

        Baca Juga: Kemenperin Ungkap iPhone 18 Pro hingga iPhone Lipat Sudah Kantongi TKDN 40 Persen

        Baca Juga: Kemenperin: Investasi Industri EV Tembus Rp30,4 Triliun dan Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

        Ia juga menilai industri komponen Indonesia memiliki peluang untuk mengikuti perubahan teknologi kendaraan, termasuk kendaraan hybrid dan listrik.

        "Untuk supply ke XEV, hybrid EV, battery EV, plug-in hybrid EV, we are ready. Komponen Indonesia siap untuk supply any technology change," ujarnya.

        Automechanika Jakarta 2026 sendiri akan berlangsung pada 24-27 September 2026 di NICE, PIK2, Tangerang, Banten. Pameran perdana ini mempertemukan pelaku industri komponen, manufaktur, aftermarket, hingga penyedia solusi otomotif dari Indonesia dan berbagai negara.

        Penyelenggara juga menyiapkan program kolaborasi rantai pasok yang mempertemukan manufaktur lokal dengan calon pembeli dan mitra dari luar negeri. Skema tersebut menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri Indonesia untuk membangun koneksi bisnis internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: