Prabowo: Semua Yakin Indonesia akan Jadi Ekonomi Terbesar Keempat, tapi Rakyat Tidak Sadar
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Prabowo Subianto menyoroti sikap pesimistis yang menurutnya masih muncul ketika membicarakan masa depan perekonomian Indonesia. Ia mengakui kritik tetap dibutuhkan, tetapi meminta kritik tidak sampai membuat semangat masyarakat Indonesia justru melemah.
"Kritik itu bagus, kritik harus, kalau tidak dikritik kita sebetulnya bisa tersesat. Tapi, kritik untuk menurunkan semangat dan terutama menurunkan semangat rakyat, ini menurut saya sangat tidak bertanggung jawab," kata Prabowo dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab', dikutip dari tayangan YouTube miliknya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika membahas investasi dan kondisi perekonomian Indonesia. Ia kemudian menyinggung proyeksi sejumlah pihak yang menilai posisi ekonomi Indonesia berpotensi terus meningkat hingga menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Baca Juga: Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia
Prabowo bahkan menyebut Indonesia diproyeksikan dapat menempati posisi keempat ekonomi terbesar dunia pada 2050 mendatang.
"Semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi keenam, kelima, keempat di dunia. Dalam tahun 2050 which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ya kan, ini, ini Goldman Sachs, Goldman Sachs, Indonesia ekonomi keempat," ucap Prabowo.
Tak hanya Goldman Sachs, Prabowo juga membawa pandangan Hugh White, analis pertahanan dan kebijakan luar negeri dari Australia, yang menurutnya melihat Indonesia sebagai negara yang akan menjadi kekuatan besar.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian Prabowo. Menurutnya, Indonesia justru belum sepenuhnya menyadari potensi tersebut.
Baca Juga: Prabowo: Saya Bersumpah Melihat Indonesia Sejahtera, Tidak Boleh Ada Orang Lapar
"Mereka sudah menganggap we are going to be a great power. Hanya ada sesuatu ya, dia bilang Indonesia-nya yang nggak sadar," ungkapnya.
Prabowo kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan kemungkinan adanya rasa rendah diri di kalangan masyarakat maupun elite Indonesia. Ia menduga pengalaman penjajahan selama ratusan tahun turut memengaruhi cara pandang tersebut.
"Dan elite Indonesia itu, apa mungkin kita sudah apa ya, ada inferiority complex, ada rasa rendah diri. Mungkin akibat ratusan tahun dijajah ya kan. Jadi we have an inferiority complex I think. Ini dunia ekonomi kita bagus," imbuh Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: