Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas mengenai kriteria pemimpin ideal bagi bangsa. Saat menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026), ia menekankan bahwa pemimpin Indonesia mutlak harus cerdas, berdikari, dan tidak mudah diperdaya oleh pihak manapun.
"Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodoh-bodohi," tegas Presiden di hadapan para hadirin.
Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menyoroti fenomena ironis di kalangan kaum intelektual. Ia menyayangkan adanya tokoh bergelar profesor yang dinilai kehilangan kepekaan dalam melihat ketidakadilan sosial, dan justru berpihak pada pihak luar.
"Saya heran, kadang-kadang profesor, tapi tidak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," ungkap Prabowo.
Menurut Presiden, kecerdasan saja tidak cukup. Seorang pemimpin sejati dituntut untuk memiliki kebebasan berpikir agar tidak mudah disetir oleh pihak-pihak yang berniat buruk terhadap masa depan Indonesia. Pemimpin harus memiliki mental baja dan keyakinan pada kemampuan bangsanya sendiri.
Prabowo mengingatkan agar bangsa Indonesia membuang jauh-jauh mental inlander atau rasa rendah diri saat berhadapan dengan tekanan dari luar.
"Berjiwa besar. Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang. Sedikit-sedikit takut. Nanti bagaimana?" pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: