Pekan Depan, Harga Logam Mulia Diproyeksi Tembus hingga Rp2,82 Juta per Gram
Kredit Foto: Emas
Harga logam mulia diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah level support dan resistance, baik pada harga emas dunia maupun harga logam mulia di pasar domestik.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan harga logam mulia pada perdagangan Sabtu sebelumnya ditutup di level Rp2.764.000 per gram.
Jika mengalami koreksi, harga logam mulia diperkirakan memiliki support pertama di Rp2.744.000 per gram. Apabila koreksi berlanjut, level berikutnya yang perlu diperhatikan berada di Rp2.620.000 per gram.
"Kalau terjadi koreksi, ya, kemungkinan besar logam mulia itu di Rp2,62 juta," kata Ibrahim kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Di sisi lain, apabila harga kembali menguat, resistance pertama berada di Rp2.784.000 per gram. Penguatan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju resistance kedua di Rp2.820.000 per gram.
Dengan mencermati level-level tersebut, harga logam mulia pada perdagangan pekan depan diperkirakan memiliki rentang support hingga Rp2.620.000 per gram dan resistance di Rp2.820.000 per gram.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang akan memengaruhi pergerakan harga minyak, terutama perkembangan geopolitik, kebijakan politik Amerika Serikat, serta arah kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve.
Baca Juga: Bank Sentral di Banyak Negara Mulai Pindahkan Cadangan Emas, Ada Apa?
Baca Juga: Prediksi Harga Emas Naik ke Rp 3 Juta Lagi, Kapan Terjadi?
Ibrahim menilai perkembangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak. Ketegangan di Timur Tengah, menurut dia, kini tidak hanya berkaitan dengan kawasan Selat Hormuz, tetapi juga meluas ke Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Kelompok Houthi di Yaman disebut meningkatkan aktivitas militernya di kawasan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan distribusi energi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: