Kredit Foto: United Tractors
PT United Tractors Tbk (UNTR) mempercepat diversifikasi bisnis dengan memperkuat portofolio di sektor mineral non-batu bara, terutama emas dan nikel. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perseroan mencari sumber pertumbuhan baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara yang tengah menghadapi tekanan akibat penyesuaian produksi nasional.
Finance Director United Tractors, Vilihati Surya menyatakan, perseroan terus mengembangkan bisnis di luar batu bara sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang. Diversifikasi dilakukan dengan memperkuat bisnis pertambangan emas, nikel, serta mineral lainnya.
“United Tractors terus melakukan diversifikasi bisnis, bukan hanya ke non-carbon coal, tetapi juga memperkuat sektor tambang emas dan mineral lainnya,” ujar Vilihati dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Saat ini, bisnis solusi pertambangan UNTR tidak lagi hanya bertumpu pada kontraktor pertambangan dan batu bara. Perseroan juga memiliki eksposur yang semakin besar pada sektor emas dan mineral lainnya.
Di sektor emas, UNTR mengoperasikan Tambang Emas Martabe melalui PT Agincourt Resources dan Tambang Emas Sumbawa Jutaraya. Perseroan juga mengakuisisi PT Puncakjaya Power (PJP) pada Februari 2026 sebagai bagian dari pengembangan portofolio bisnis mineral.
Selain emas, UNTR terus memperbesar eksposur di sektor nikel melalui kepemilikan saham di Nickel Industries Limited (NIC). Perseroan memiliki sekitar 20% kepemilikan pada perusahaan tambang nikel tersebut.
UNTR juga menjalankan aktivitas pertambangan nikel laterit melalui PT Stargate Pacific Resources, yang mencakup komoditas limonit dan saprolit.
Hingga semester I-2026, penjualan nikel tercatat turun 26% menjadi sekitar 1,1 juta wet metric ton (wmt). Meski volume penjualan menurun, kinerja bisnis tersebut masih terbantu oleh kenaikan harga nikel.
Vilihati menjelaskan diversifikasi menjadi strategi penting bagi UNTR untuk membangun struktur bisnis yang lebih seimbang. Perubahan kondisi pasar komoditas dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap masing-masing lini usaha.
Baca Juga: RKAB Batu Bara Mulai Pulih, UNTR Hadapi Ancaman El Nino
Baca Juga: UNTR Pangkas Komitmen Modal di Rantau Dedap, Kapasitas 90 MW Jadi Target
Baca Juga: UNTR Targetkan Produksi Emas Martabe 65.000 Ons pada 2026
Batu Bara Masih Tertekan
Strategi diversifikasi tersebut dilakukan ketika bisnis batu bara masih menghadapi tekanan.
Pada semester I-2026, aktivitas pertambangan terdampak penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional. Kebijakan tersebut berpengaruh terhadap volume produksi dan aktivitas pertambangan sejumlah pelanggan UNTR.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perseroan terus memperkuat bisnis di sektor mineral lainnya. Di sisi lain, UNTR melihat peluang pertumbuhan jangka panjang dari komoditas seperti emas dan nikel. Kedua mineral tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri dan perkembangan rantai pasok energi serta kendaraan listrik.
Selain bisnis pertambangan, UNTR juga tetap mengembangkan lini usaha pendukung, mulai dari distribusi alat berat dan layanan purna jual hingga bisnis energi dan energi terbarukan.
Vilihati mengatakan pengembangan portofolio baru akan dilakukan secara selektif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar serta kemampuan keuangan perseroan.
"Yang kami lakukan adalah memastikan bisnis United Tractors tetap memiliki fondasi pertumbuhan yang kuat melalui diversifikasi dan pengembangan sumber pertumbuhan baru," pungkas dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: