Hujan Ganggu Kerja dan Penghasilan, DANA Bersama Igloo Luncurkan Asuransi Hujan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Igloo dan DANA meluncurkan DANA Rain Protection dengan premi Rp500 per polis untuk memperluas akses perlindungan asuransi kepada konsumen sehari-hari. Adapun produk asuransi cuaca parametrik ini menyasar celah rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang disebut baru mencapai 2,7%.
Produk DANA Rain Protection ini memberikan berbagai kompensasi otomatis ketika curah hujan di lokasi pengguna mencapai 2,5 milimeter atau lebih selama periode perlindungan. Adapun mekanisme ini menggunakan data curah hujan dari satelit dan koordinat GPS pengguna sebagai dasar validasi.
Co-Founder dan CEO Igloo Raunak Mehta mengatakan bahwa teknologi parametrik sebelumnya telah banyak digunakan untuk menghadapi risiko di sektor pertanian, tetapi kini dapat diterapkan pada kebutuhan konsumen yang lebih luas.
“Asuransi parametrik selama ini telah membantu menyelesaikan persoalan penting yang dihadapi para petani. DANA Rain Protection menunjukkan bagaimana teknologi yang telah dikembangkan Igloo selama bertahun-tahun dapat membuat solusi yang sebelumnya bersifat khusus menjadi lebih relevan dan mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang harus beraktivitas di tengah hujan deras,” ujar Raunak dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).
Proses klaim DANA Rain Protection tidak membutuhkan penilaian kerugian secara manual. Pasalnya, secara mekanisme, asuransi parametrik berbeda dari produk konvensional karena pembayaran manfaat ditentukan oleh parameter yang telah disepakati sebelumnya.
Chief Finance Officer DANA Yattha Saputra mengatakan pendekatan tersebut berkaitan dengan dampak cuaca terhadap aktivitas dan penghasilan masyarakat. Menurut dia, kelompok yang mengandalkan mobilitas untuk bekerja menjadi salah satu pihak yang menghadapi risiko tersebut.
“Di DANA, kami percaya bahwa layanan keuangan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Cuaca yang tidak menentu dapat mengganggu mobilitas, aktivitas harian, bahkan pendapatan, terutama bagi mereka yang mengandalkan mobilitas untuk menjalankan aktivitasnya,” ujar Yattha.
Merinci, produk ini dirancang untuk risiko yang belum banyak tercakup dalam asuransi konvensional, terutama dampak cuaca terhadap aktivitas harian seperti kenaikan tarif transportasi online, pembatalan aktivitas luar ruang, keterlambatan perjalanan, hingga berkurangnya jumlah pelanggan bagi pelaku usaha kecil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: