Ekonomi Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan perbaikan. Pemerintah mencatat transaksi digital pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di tiga provinsi terdampak mencapai Rp13,2 triliun sepanjang periode 22 Januari hingga 23 Februari 2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari mengatakan aktivitas perdagangan masyarakat dan pelaku usaha mulai kembali bergerak setelah banjir yang terjadi sejak akhir 2025.
“Pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menunjukkan perkembangan yang cukup positif,” kata Qodari dalam konferensi pers Update PHTC di Kantor Bakom, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, pemulihan terlihat dari mulai pulihnya aktivitas pasar rakyat hingga meningkatnya transaksi ekonomi digital di wilayah terdampak.
Pemerintah mencatat sebanyak 196 dari total 210 pasar rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi. Rinciannya, 114 pasar berada di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan seluruh 26 pasar di Sumatera Barat telah kembali aktif melayani masyarakat.
Sementara itu, sejumlah pasar di Aceh dan Sumatera Utara masih dalam tahap pemulihan.
Selain aktivitas perdagangan konvensional, pemerintah juga mencatat transaksi e-commerce pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mencapai Rp13,2 triliun selama periode pemulihan awal pascabanjir.
Menurut Qodari, capaian tersebut menunjukkan aktivitas usaha masyarakat mulai kembali berjalan, khususnya pada sektor perdagangan digital yang sempat terganggu akibat banjir bandang.
Di sisi pembiayaan usaha, pemerintah mendata sebanyak 193.703 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak bencana dengan total outstanding pinjaman mencapai Rp11,2 triliun per 10 Maret 2026.
Pemerintah juga mencatat aktivitas sosial masyarakat mulai pulih. Hingga saat ini, sebanyak 1.558 dari total 1.593 rumah ibadah telah kembali beroperasi.
Kementerian Agama disebut telah menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk 132 masjid dan musala dengan total bantuan mencapai Rp5 miliar.
Baca Juga: Pemerintah Godok Skema KUR Bunga 5 Persen untuk Dukung UMKM
Baca Juga: OJK Restrukturisasi Kredit Rp17,4 Triliun untuk Korban Bencana di Sumatera
Baca Juga: Relaksasi KUR Pascabencana Tembus Rp6,04 Triliun
Selain itu, pemerintah mengklaim layanan dasar seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, jaringan listrik, hingga komunikasi telah hampir sepenuhnya kembali normal guna mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah terdampak.
Qodari menambahkan pemerintah juga terus menjaga stabilitas ekonomi keluarga melalui berbagai bantuan keuangan. Total dukungan yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp1,42 triliun untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi rumah tangga terdampak banjir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri