Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Net Sell Asing Tembus Rp82,55 Triliun di 2026

        IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Net Sell Asing Tembus Rp82,55 Triliun di 2026 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendapat tekanan. Dalam perdagangan sepekan pada 28 September–2 Oktober 2026, IHSG anjlok 3,28% ke level 6.036,888 dari posisi pekan sebelumnya di 6.241,892.

        Penurunan IHSG tersebut terjadi di tengah masih kuatnya tekanan jual dari investor asing. Pada perdagangan terakhir pekan ini, investor asing mencatatkan net sell Rp1,27 triliun.

        Jika diakumulasikan sepanjang 2026, tekanan jual asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan telah mencapai Rp82,55 triliun.

        Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita mengatakan, aktivitas perdagangan saham selama sepekan menunjukkan pergerakan yang beragam.

        "Meski IHSG tertekan, rata-rata volume transaksi harian justru melonjak 72,51% menjadi 50,37 miliar saham dari 29,20 miliar saham pada pekan sebelumnya," kata dia dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Minggu (4/10/2026).

        Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 5,40% menjadi Rp12,63 triliun, dari sebelumnya Rp11,98 triliun.

        Namun, kenaikan aktivitas transaksi tersebut belum mampu menahan pelemahan indeks. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,82 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

        Baca Juga: IHSG Berbalik Menguat Usai Sempat Tertekan, Ditutup di 6.036,88

        Baca Juga: Investor Asing Buang Saham RI Rp129 Miliar, BMRI hingga BBCA Tertekan

        Tekanan juga terlihat dari kapitalisasi pasar BEI yang menyusut 2,55% menjadi Rp10.627 triliun dari Rp10.905 triliun pada pekan sebelumnya.

        Dengan kondisi tersebut, pasar saham Indonesia menghadapi kombinasi tekanan berupa pelemahan IHSG, susutnya kapitalisasi pasar, serta akumulasi aksi jual investor asing yang telah mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang tahun.

        Pergerakan tersebut menjadi perhatian investor karena derasnya net sell asing menunjukkan masih kuatnya tekanan jual di pasar saham domestik, meskipun aktivitas transaksi justru meningkat selama sepekan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: